bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 05:58 WIB

Citra Satelit Ungkap Eropa Membara Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Redaksi 02 Juli 2026 4 views
Citra Satelit Ungkap Eropa Membara Akibat Gelombang Panas Ekstrem
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, citra satelit terbaru menunjukkan daratan Eropa diselimuti warna merah membara, mengindikasikan suhu permukaan yang sangat tinggi akibat gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua tersebut. Fenomena ini telah memecahkan rekor suhu pada bulan Juni dan diperkirakan telah menyebabkan sekitar 1.300 kematian.

Badan Antariksa Eropa (ESA) merilis gambar yang diambil oleh satelit Sentinel-3, yang memantau suhu permukaan daratan dari orbit Bumi. Satelit ini dilengkapi dengan instrumen Sea and Land Surface Temperature Radiometer yang mampu mengumpulkan data suhu secara real-time, baik di perairan maupun daratan. Data ini krusial bagi para peneliti untuk memahami penyebab dan dampak dari lonjakan suhu ekstrem ini.

Dalam visualisasi dari ESA, suhu permukaan yang lebih panas digambarkan dengan warna merah dan ungu. Pada tanggal 23 Juni, saat gambar ini diambil, Prancis dilaporkan mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk bulan Juni. Satelit Sentinel-3 mendeteksi suhu permukaan di beberapa area Spanyol tengah, Prancis barat, dan Afrika utara mencapai 55 derajat Celsius. Sementara itu, Madrid mencatat suhu permukaan 48 derajat Celsius, dan Roma mencapai 44 derajat Celsius.

Menurut kutipan dari Space, suhu setinggi ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya di sebagian besar wilayah Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 1.300 kematian mungkin berkaitan dengan gelombang panas ini, dan situasi diperkirakan akan terus memburuk. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di Bumi, dua kali lipat dari rata-rata global.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.