bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengamati adanya peningkatan aktivitas belanja dari para peserta dalam ajang BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Peningkatan ini dilihat sebagai pertanda positif bagi perputaran ekonomi, terutama di tengah tantangan yang masih dihadapi sektor usaha.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa lonjakan aktivitas belanja mulai terlihat sejak digelarnya BTN Sport Expo, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Jakim 2026. Minat masyarakat yang tinggi tercermin dari larisnya penjualan berbagai produk resmi yang ditawarkan selama pameran berlangsung. Salah satu bukti nyata adalah habis terjualnya 10 ribu unit jaket resmi BTN Jakim 2026, yang bahkan mendorong penyelenggara untuk membuka pesanan tambahan (pre-order) demi memenuhi permintaan peserta.
Menurut Nixon, kegiatan yang berhasil menarik partisipasi publik semacam ini dapat menjadi sarana efektif untuk mendongkrak aktivitas ekonomi. Ia menekankan pentingnya dunia usaha untuk terus berinovasi dalam menciptakan permintaan guna melawan kelesuan ekonomi yang ada. "Kelesuan harus kita lawan. Dunia usaha harus bergerak bersama menciptakan permintaan agar ekonomi tetap berjalan," tegasnya.
Penilaian serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofyan Noor, yang melihat antusiasme peserta BTN Jakim tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk dalam hal aktivitas konsumsi. Lonjakan aktivitas ekonomi ini sejalan dengan peningkatan jumlah peserta Jakim 2026 yang mencapai sekitar 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional dari 52 negara.
BTN menargetkan penyelenggaraan Jakim 2026 mampu memberikan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar, sebuah peningkatan signifikan dari estimasi dampak ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp155 miliar. Untuk memastikan pengukuran yang akurat, BTN menggandeng lembaga survei independen. Nixon menambahkan bahwa tingginya partisipasi menunjukkan bahwa ajang olahraga tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi yang lebih luas.