bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengembangkan skema agar dana filantropi Islam yang disalurkan melalui Masjid Istiqlal dapat dikelola secara profesional oleh manajer investasi di pasar modal.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pengelolaan dana ini merupakan hasil kolaborasi antara otoritas pasar modal, manajer investasi, dan pengelola Masjid Istiqlal. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi filantropi yang berlandaskan syariah.
Jeffrey mengungkapkan bahwa dalam kegiatan Capital Market Summit dan Expo sebelumnya, pihaknya telah mengundang manajer investasi bersama dengan perwakilan Masjid Istiqlal. "Jadi filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan," katanya usai Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran ETF Emas di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (10/8).
Lebih lanjut, Jeffrey memaparkan bahwa dana keagamaan tersebut akan ditempatkan pada berbagai instrumen pasar modal syariah yang sesuai, tidak terbatas pada satu jenis produk. Instrumen tersebut bisa berupa saham, reksa dana, atau bentuk dana lain yang dikelola oleh manajer investasi.
Mengenai jumlah dana yang telah terkumpul, Jeffrey mengaku belum mendapatkan laporan angka pastinya, namun ia memastikan program pengelolaan dana filantropi ini sudah mulai berjalan.
Jeffrey berharap ke depannya akan semakin banyak manajer investasi dan investor yang berpartisipasi aktif dalam mendorong instrumen pasar modal berbasis keagamaan, seperti wakaf saham maupun reksa dana. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.