bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, startup kecerdasan artifisial (AI) asal China, DeepSeek, telah memperkenalkan model AI terbarunya yang diberi nama V4-Flash. Model ini diklaim menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan beberapa model AI populer lainnya, bahkan dikabarkan 100 kali lebih ekonomis daripada Fable 5 milik Anthropic.
Menurut pengujian yang dilakukan oleh lembaga riset Artificial Analysis, biaya rata-rata untuk menjalankan V4-Flash hanya sekitar 3 sen AS per pengujian. Angka ini secara signifikan lebih rendah jika dibandingkan dengan Claude Fable 5 dari Anthropic yang membutuhkan biaya rata-rata US$3,15 per pengujian.
DeepSeek secara resmi merilis V4-Flash pada Jumat (31/7) sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk kembali menarik perhatian pasar melalui model AI yang sangat hemat biaya. Perusahaan menetapkan tarif US$0,14 per satu juta token masukan dan US$0,28 per satu juta token keluaran, di mana token merupakan satuan data untuk mengukur penggunaan sistem AI.
Perbandingan biaya operasional ini juga mencakup model lain, seperti Kimi K3 dari Moonshot AI yang memakan biaya rata-rata 86 sen AS per pengujian, GPT-5.6 Sol dari OpenAI dengan biaya rata-rata US$1,86, dan Claude Fable 5 yang mencapai US$3,15. Analisis ini dianggap lebih realistis karena mempertimbangkan tahapan, data masukan, dan keluaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas, bukan hanya harga per token.
Meskipun unggul dalam efisiensi biaya, kemampuan V4-Flash dilaporkan masih tertinggal dari beberapa model AI terdepan. Dalam Intelligence Index yang disusun oleh Artificial Analysis, V4-Flash mendapatkan skor 50 dari 100, yang mencakup penilaian terhadap kemampuan pemrograman, penalaran, dan pengerjaan tugas perkantoran. Skor ini hanya selisih satu poin dari Muse Spark 1.1 (Meta) dan GLM-5.2 (Z.AI), namun masih di bawah Kimi K3 (Moonshot) dengan skor 57, serta Claude Opus 5, Claude Fable 5, dan GPT-5.6 yang mencatat skor setidaknya sembilan poin lebih tinggi.
Keunggulan utama V4-Flash terletak pada aspek biaya yang sangat efisien, bukan pada performa puncak. Sebelumnya, DeepSeek sempat menjadi sorotan global dengan model R1 pada awal 2025, yang memicu diskusi mengenai belanja infrastruktur AI perusahaan AS. Namun, kini DeepSeek menghadapi persaingan ketat dari berbagai perusahaan teknologi di China dan AS yang juga berupaya menarik pengguna global, terutama perusahaan yang mencari solusi AI berskala besar dengan biaya terjangkau.
DeepSeek juga dikabarkan sedang mempersiapkan model yang lebih canggih bernama V4-Pro, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal peluncurannya. Bersamaan dengan peluncuran V4-Flash, Alibaba juga memperkenalkan Qwen3.8-Max, yang merupakan model AI terbesar dan paling mumpuni yang pernah dikembangkan oleh perusahaan tersebut.