bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:39 WIB

BRIN Perkuat Riset Energi Surya untuk Dukung Target PLTS 100 GW

Redaksi 18 Agustus 2026 5 views
BRIN Perkuat Riset Energi Surya untuk Dukung Target PLTS 100 GW
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memperkuat ekosistem riset terkait energi tenaga surya. Salah satu fokus pengembangan teknologi adalah Dye-Sanitized Solar Cells (DSSC).

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa penguatan riset ini bertujuan untuk mendukung program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) yang dicanangkan pemerintah. BRIN mendorong inovasi teknologi panel surya yang melampaui panel silikon konvensional, dengan DSSC sebagai salah satu lompatan teknologi hulu untuk infrastruktur energi masa depan.

Menurut Arif, keunggulan utama DSSC terletak pada sensitivitasnya yang tinggi, memungkinkan produksi listrik bahkan di dalam ruangan dengan cahaya lampu atau sinar matahari tidak langsung. Inovasi ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi energi pada bangunan di masa depan, memungkinkan pemanenan energi bersih secara mandiri.

Untuk mendukung riset ini, BRIN telah mengoperasikan fasilitas berskala internasional di Serpong, Tangerang Selatan. Fasilitas ini dilengkapi laboratorium pengujian fotovoltaik yang berfungsi sebagai pusat pengembangan, pengujian struktur, dan penjaminan keandalan panel surya untuk iklim tropis Indonesia.

Selain DSSC, BRIN juga bekerja sama dengan PLN untuk mengembangkan teknologi Microgrid PLTS yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi (Energy Storage). Program ini dirancang untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan mendukung irigasi serta pertanian.

BRIN juga tengah meneliti Teknologi Virtual Power Plant (VPP) sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis fosil. VPP menciptakan model bisnis kelistrikan baru di mana pengguna akhir tidak hanya menerima pasokan, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam jual-beli listrik antar komunitas.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 30 GW dan penghentian PLTD sebesar 13 GW pada tahun 2026. Indonesia dinilai memiliki potensi energi surya yang besar untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di daerah terpencil, serta memperkuat kemandirian energi nasional.

Pemerintah berencana membangun PLTS secara bertahap hingga mencapai target 100 GW, dengan visi setiap desa dapat memiliki PLTS berkapasitas 1 Megawatt jika lahan tersedia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.