bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang berupaya memperkuat ekosistem riset terkait energi surya. Salah satu fokus pengembangan teknologi adalah Dye-Sanitized Solar Cells (DSSC).
Menurut Kepala BRIN Arif Satria, langkah ini merupakan dukungan terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. BRIN mendorong inovasi teknologi panel surya yang melampaui silikon konvensional, dengan DSSC sebagai salah satu terobosan teknologi hulu untuk infrastruktur energi masa depan.
Arif menjelaskan bahwa DSSC memiliki keunggulan sensitivitas tinggi, memungkinkan produksi listrik bahkan di dalam ruangan. Inovasi ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi energi pada bangunan di masa depan, di mana cahaya lampu atau sinar matahari tidak langsung sudah cukup untuk menghasilkan energi bersih.
Untuk mendukung riset ini, BRIN telah mengoperasikan fasilitas berskala internasional di Serpong, Tangerang Selatan, yang mencakup laboratorium pengujian fotovoltaik. Fasilitas ini berfungsi sebagai basis bagi peneliti BRIN dalam mengembangkan, menguji struktur, dan memastikan keandalan panel surya untuk kondisi iklim tropis Indonesia.
Selain itu, BRIN bekerja sama dengan PLN untuk mengembangkan teknologi Microgrid PLTS terintegrasi dengan Energy Storage yang sesuai kondisi lokal, sebagai pengganti PLT Diesel (Program Dedieselisasi). Pengembangan PLTS untuk irigasi dan pertanian juga menjadi fokus riset.
BRIN juga meneliti Teknologi Virtual Power Plant (VPP) atau Pembangkit Listrik Virtual sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis fosil. Inovasi VPP menciptakan model bisnis kelistrikan baru yang memungkinkan jual-beli listrik antar komunitas.
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga mencapai kapasitas 100 GW. Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan rencana pembangunan PLTS berkapasitas 30 GW dan penghentian PLTD sebesar 13 GW pada tahun 2026. Indonesia dinilai memiliki potensi energi surya yang besar sepanjang tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk penyediaan listrik, terutama di daerah terpencil, serta memperkuat kemandirian energi nasional.