bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Google Prediksi AI Akan Mengubah Cara Pengguna Ponsel Cerdas

Redaksi 18 Agustus 2026 3 views
Google Prediksi AI Akan Mengubah Cara Pengguna Ponsel Cerdas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan secara fundamental mengubah cara manusia berinteraksi dengan ponsel mereka.

Menurut Samat, Google dalam pengembangan Android selalu memproyeksikan penggunaan ponsel oleh konsumen dalam tiga tahun ke depan. Fitur-fitur yang diluncurkan saat ini merupakan cerminan dari prediksi Google mengenai peran AI di masa depan penggunaan ponsel.

Samat menjelaskan, di masa mendatang pengguna hanya perlu menyatakan tujuan atau apa yang ingin dicapai, dan sistem cerdas akan menyelesaikannya. Ia memperkirakan pengguna tidak perlu lagi repot membuka email untuk menjadwalkan janji temu medis atau mengetik di keyboard saat bepergian.

Asisten atau agen AI yang terintegrasi dalam ponsel akan mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri tanpa perintah berulang, sehingga memberikan pengguna lebih banyak waktu luang. Hal ini mengurangi kebutuhan pengguna untuk berpindah-pindah antaraplikasi demi menyelesaikan satu tugas.

Contohnya, agen AI dapat membaca catatan medis, memeriksa klaim asuransi, dan menjadwalkan pemeriksaan MRI. Meskipun skenario ini belum sepenuhnya terwujud dalam sistem Android saat ini, Google berupaya mengembangkan perangkat lunak yang mengurangi kebutuhan pengelolaan detail oleh pengguna.

Perangkat terbaru Google, Pixel 11, yang diluncurkan baru-baru ini, telah menyertakan beberapa fitur yang mengarah pada teknologi ini. Pixel 11 Pro memiliki lampu indikator baru di bagian belakang yang akan menyala saat Gemini memproses perintah, membantu pengguna mengetahui kapan agen AI sedang mendengarkan tanpa perlu memegang ponsel.

Fitur Android bernama Halo, yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini, akan menampilkan kemajuan tugas yang dikerjakan oleh agen AI. Peluncuran fitur-fitur baru ini terjadi di tengah persaingan ketat antara Google dan Apple dalam ranah digital, sekaligus sebagai respons terhadap dominasi ChatGPT.

Meskipun demikian, Samat mengakui bahwa teknologi yang ada saat ini masih belum sepenuhnya mampu mewujudkan visi tersebut. Ia menekankan potensi penghematan waktu pengguna yang signifikan jika AI dapat mengambil alih tugas-tugas rutin.

Langkah Google dengan Pixel terbaru ini merupakan bagian dari tren industri ponsel pintar yang lebih luas menuju era agen AI. Produsen ponsel besar seperti Samsung telah menjalin kerja sama dengan Google untuk integrasi Gemini, sementara Apple dikabarkan akan meluncurkan Siri versi baru yang lebih canggih.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.