bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, memprediksi bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) akan secara fundamental mengubah cara manusia berinteraksi dengan ponsel pintar.
Menurut Sameer, Google dalam merancang sistem operasi Android, selalu mempertimbangkan proyeksi penggunaan ponsel oleh konsumen dalam tiga tahun mendatang. Fitur-fitur yang diperkenalkan saat ini merupakan cerminan awal dari visi Google mengenai bagaimana AI akan mentransformasi pengalaman pengguna ponsel.
Sameer Samat menjelaskan, ke depan pengguna hanya perlu menyatakan tujuan atau apa yang ingin dicapai, dan sistem cerdas akan menanganinya. Ia mencontohkan, pengguna tidak perlu lagi repot membuka kotak masuk email untuk menjadwalkan janji dengan dokter atau mengetik di keyboard saat dalam perjalanan. Agen AI yang tertanam di ponsel akan mengambil alih berbagai tugas tanpa intervensi terus-menerus, sehingga memberikan lebih banyak waktu luang bagi pengguna.
Inovasi ini tercermin pada seri ponsel terbaru Google, Pixel 11, yang diluncurkan baru-baru ini. Pixel 11 Pro dilengkapi lampu indikator baru di bagian belakang yang akan menyala saat Gemini, model AI Google, sedang memproses perintah. Selain itu, fitur Android bernama Halo yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini akan menampilkan progres tugas yang sedang dikerjakan oleh agen AI.
Pengembangan ini terjadi di tengah persaingan ketat antara Google dan Apple dalam menguasai ranah digital pengguna, sekaligus upaya mempertahankan posisi dari dominasi ChatGPT. Meskipun demikian, kekhawatiran publik mengenai dampak sosial dan ekonomi AI, serta kesenjangan teknologi saat ini dengan visi yang digambarkan, masih menjadi tantangan.
Sameer Samat menekankan potensi penghematan waktu pengguna. "Jika Anda bisa memberikan waktu itu kembali kepada mereka, 5 menit, 10 menit, atau 30 menit sehari, bayangkan apa saja yang bisa Anda lakukan dengan waktu tersebut," ujarnya.
Kehadiran agen AI di ponsel diprediksi akan mengurangi kebutuhan pengguna untuk berpindah-pindah antaraplikasi. Sebagai ilustrasi, agen AI dapat membaca catatan medis dari dokter, memeriksa cakupan asuransi, dan menjadwalkan janji pemeriksaan MRI. Meskipun skenario ini belum sepenuhnya terealisasi pada sistem Android saat ini, Google berupaya mengembangkan perangkat lunak yang meminimalkan kebutuhan pengelolaan detail oleh pengguna.
Lampu indikator pada Pixel 11 Pro dirancang untuk membantu pengguna berinteraksi dengan asisten virtual tanpa harus terus memegang ponsel hanya untuk memastikan apakah agen AI sedang mendengarkan. Peluncuran Pixel terbaru ini merupakan bagian dari dorongan industri ponsel pintar menuju era agen AI.
Produsen ponsel terkemuka lainnya seperti Samsung telah menjalin kemitraan dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini ke dalam perangkat lunaknya. Apple juga dikabarkan berencana meluncurkan versi Siri yang lebih canggih akhir tahun ini, yang mampu bekerja lintas aplikasi dan memanfaatkan informasi pribadi dalam responsnya.