bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, sebuah kompetisi atletik unik bernama Enhanced Games yang kontroversial, di mana sebagian besar pesertanya menggunakan obat peningkat performa, menarik perhatian. Acara ini mengumpulkan atlet angkat besi, perenang, dan pelari di Las Vegas untuk bersaing dengan bantuan berbagai zat seperti anabolik, testosteron, peptida, dan hormon pertumbuhan manusia, semuanya di bawah pengawasan medis profesional.
Para atlet menghabiskan 12 minggu di Uni Emirat Arab untuk berlatih dan menyusun 'protokol' atau koktail obat yang disesuaikan dengan kebutuhan individu mereka. Selain mendapatkan 'uang penampilan' hanya untuk berpartisipasi, mereka juga berpotensi meraih hadiah uang tunai hingga $1 juta jika berhasil memecahkan rekor dunia atau meraih posisi teratas dalam kategori mereka.
Enhanced Games, yang secara luas dijuluki 'Olimpiade Steroid' oleh para kritikus, merupakan inisiatif dari perusahaan rintisan yang didirikan oleh para veteran di bidang kripto, kecerdasan buatan, dan bioteknologi. Perusahaan ini mendapat dukungan dari investor ternama seperti Peter Thiel dan mantan eksekutif Coinbase, Balaji Srinivasan. Acara ini mencerminkan tren yang berkembang di Silicon Valley terkait peningkatan performa manusia, di mana obat suntik dan suplemen menjadi sumber pemberdayaan fisik sekaligus peluang bisnis.
Namun, organisasi kesehatan atletik tradisional menentang keras praktik ini. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyebut Enhanced Games 'berbahaya', sementara CEO Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA), Travis Tygart, menggambarkannya sebagai 'pertunjukan badut yang mengutamakan keuntungan di atas manusia'. Penggunaan steroid sendiri telah lama dipandang dengan hati-hati oleh komunitas kesehatan internasional, bahkan obat-obatan yang disetujui secara federal pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan profesional kesehatan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.