bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Donald Trump Usulkan Nama Baru untuk Kecerdasan Buatan, Pilihan 'Extreme Intelligence' Menang dalam Polling

Redaksi 21 September 2026 12 views
Donald Trump Usulkan Nama Baru untuk Kecerdasan Buatan, Pilihan 'Extreme Intelligence' Menang dalam Polling
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan agar istilah "Artificial Intelligence" (AI) diganti dengan nama yang dianggap lebih tepat. Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada 19 Agustus, Trump menyebut bahwa istilah AI terasa kaku dan kurang akurat, lalu menawarkan tiga alternatif: "Superior Intelligence (SI)", "Extreme Intelligence (EI)" dan "Supreme Intelligence (SI)".

Usulan tersebut juga diposting di platform media sosial milik Trump, Truth Social, di mana ia membuka polling untuk menentukan nama yang paling sesuai. Dalam proses pemungutan suara, Trump menyingkirkan opsi "Supreme Intelligence" dan menyisakan dua pilihan, yakni "Superior Intelligence" dan "Extreme Intelligence".

Menurut hasil pemantauan CNNIndonesia pada 21 September, nama "Extreme Intelligence" memperoleh dukungan terbanyak dengan persentase 50,2 persen. Trump mengajak publik untuk berpartisipasi dalam survei tersebut, menekankan pentingnya menentukan sebutan yang tepat bagi apa yang ia sebut sebagai "revolusi" yang terus berkembang.

Sementara itu, laporan Mashable mencatat bahwa polling ini diluncurkan tak lama setelah Trump menyebut kekhawatiran publik tentang AI sebagai "hoaks" dalam unggahan sebelumnya, dan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menghalangi kemajuan teknologi tersebut.

Berita lain yang terkait mencakup rencana Trump untuk bertemu dengan eksekutif perusahaan AI pada minggu ini, meski perwakilan Gedung Putih menyatakan belum ada jadwal resmi. Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman baru-baru ini menyatakan bahwa pengembangan AI sebaiknya diperlambat, setelah seorang peneliti Anthropic memperingatkan potensi risiko AI yang dapat mengancam manusia pada akhir dekade ini.

Berbagai upaya regulasi juga tengah berlangsung di Amerika Serikat. Gubernur California Gavin Newsom mengeluarkan perintah eksekutif untuk membentuk tim khusus yang akan memperketat standar keselamatan AI di negara bagian tersebut, dan anggota parlemen AS dilaporkan sedang menyusun kebijakan terkait teknologi ini. Selain itu, sebuah laporan militer AS yang menggunakan AI pada pekan lalu sempat menimbulkan ketegangan yang hampir memicu konfrontasi dengan China.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.