bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Ekonom Senior INDEF Didin S Damanhuri menyoroti bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi menjelang peringatan HUT ke-81 kemerdekaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketergantungan yang signifikan pada sektor energi, pangan, teknologi, dan keuangan.
Didin menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia secara makro, finansial, teknologi, pangan, energi, dan kebijakan belum sepenuhnya mandiri. Ia menekankan pentingnya mengatasi persoalan ini meskipun Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan signifikan, seperti peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) 71 kali lipat sejak 1970 dan peningkatan angka harapan hidup yang kini melampaui 70 tahun.
Namun, kemajuan tersebut masih dibayangi oleh ketimpangan ekonomi dan politik, serta ketergantungan pada impor bahan pokok. Didin berpendapat bahwa Indonesia perlu terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi titik awal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,45 persen pada semester I 2026 dapat ditingkatkan menjadi 6 persen pada semester II, serta terus berupaya agar lebih cepat lagi ke depannya. Purbaya menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia bergerak lebih cepat menuju kemajuan ekonomi.
Didin menambahkan bahwa penguatan kemandirian ekonomi harus menjadi prioritas dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain isu energi dan pangan, ia juga menyoroti maraknya politik uang, korupsi, dan ketimpangan sebagai pekerjaan rumah pembangunan yang perlu diselesaikan. Meskipun demikian, Didin tetap mengapresiasi berbagai capaian Indonesia selama 81 tahun kemerdekaan dan berharap kekurangan yang ada dapat terus dibenahi demi mewujudkan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan demokratis.