bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, sejumlah ekonom menilai penyesuaian harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter oleh pemerintah adalah langkah yang tepat. Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menyatakan bahwa kenaikan harga ini sulit dihindari setelah Pertamina menahan harga jual BBM nonsubsidi tersebut di bawah harga keekonomiannya selama beberapa bulan.
Hendry menjelaskan bahwa Pertamina sebelumnya menggunakan dana talangan perusahaan untuk menjaga harga Pertamax tetap rendah. Namun, dana talangan tersebut bersifat sementara untuk meredam lonjakan harga. Ketika nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia terus meningkat, ruang untuk mempertahankan kebijakan tersebut semakin terbatas.
“Dana talangan Pertamina ini juga terbatas. Karena Pertamax ini kan BBM nonsubsidi. Tidak ada subsidi APBN di dalamnya. Jadi memang murni mengikuti harga pasar,” ujar Hendry. Ia menambahkan bahwa jika Pertamina terus-menerus menanggung selisih harga tanpa penyesuaian, hal itu dapat menggerus keuntungan perusahaan. Dampaknya tidak hanya pada dividen dan kontribusi kepada negara, tetapi juga pada persepsi investor dan lembaga pemeringkat terhadap kinerja keuangan Pertamina.
Dalam jangka pendek, Hendry menilai penyesuaian harga Pertamax lebih realistis dibandingkan terus memperbesar dana talangan, karena pada akhirnya beban tersebut akan kembali membebani keuangan negara dan kesehatan korporasi Pertamina.
Senada dengan itu, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki, menyatakan bahwa pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia memaksa Pertamina menanggung selisih harga melalui dana talangan. Hal ini meningkatkan biaya penyediaan energi nasional karena formula harga BBM sangat bergantung pada harga minyak dunia dan kurs rupiah.
Yayan mengacu pada formula dalam Kepmen ESDM Nomor 19 Tahun 2019 yang menggunakan MOPS (harga rata-rata transaksi produk BBM di pasar Singapura) sebagai acuan, yang sangat bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ia menambahkan bahwa harga keekonomian Pertamax saat ini berada di kisaran Rp14.150 hingga Rp16.650 per liter berdasarkan perhitungannya. Dengan demikian, harga baru Pertamax yang ditetapkan pemerintah di sekitar Rp16.250 per liter masih berada dalam rentang perhitungan tersebut.