bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Ekspor CPO Naik, GAPKI Tekankan Pentingnya Peremajaan Kebun Rakyat

Redaksi 09 Agustus 2026 6 views
Ekspor CPO Naik, GAPKI Tekankan Pentingnya Peremajaan Kebun Rakyat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menekankan bahwa peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya merupakan elemen krusial dalam menjaga pasokan minyak sawit nasional. Hal ini penting mengingat adanya peningkatan permintaan baik dari pasar domestik maupun global. Upaya ini juga bertujuan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia serta memperkuat kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa industri kelapa sawit telah berkali-kali berperan sebagai penyangga perekonomian Indonesia, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi. Kontribusi ini terlihat dari penerimaan devisa dan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja. Eddy mencontohkan, pada masa pandemi, devisa dari sektor sawit mencapai sekitar 39,2 miliar dolar AS, dan di saat banyak sektor melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), industri sawit justru tetap membuka peluang kerja baru.

Menurut Eddy, peningkatan produktivitas kebun rakyat perlu menjadi prioritas. Petani plasma dan swadaya memegang peranan penting dalam menjaga produksi sawit nasional. Salah satu langkah yang terus digalakkan adalah percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Program PSR ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun rakyat melalui pemanfaatan benih unggul, penerapan teknologi, serta pendampingan bagi petani. Peningkatan produktivitas ini juga esensial untuk memastikan pasokan bahan baku industri tetap terjaga seiring dengan terus berkembangnya kebutuhan sawit untuk pasar domestik dan ekspor.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menambahkan bahwa penguatan industri sawit harus didukung oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, inovasi, dan transformasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga berkomitmen mendorong pengembangan industri hilir agar komoditas sawit dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Ia menyatakan, "Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengembangan industri hilir berbasis kelapa sawit. Kami ingin potensi yang dimiliki Kalimantan Timur memberikan nilai tambah yang semakin besar, memperkuat investasi, mengembangkan industri turunannya, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.".

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif pada ekspor CPO dan turunannya. Pada periode Januari-Februari 2026, nilai ekspornya mencapai 4,69 miliar dolar AS, meningkat 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,71 miliar dolar AS. Peningkatan volume ekspor juga tercatat, naik dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama.

Sementara itu, berdasarkan rilis GAPKI pada 13 Maret 2026, produksi CPO Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 51,66 juta ton, menunjukkan peningkatan sebesar 7,26 persen atau sekitar 3,5 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Total produksi CPO dan PKO (palm kernel oil) juga mengalami kenaikan sebesar 7,18 persen menjadi 56,55 juta ton.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.