bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 21:56 WIB

El Nino 2026 Berpotensi Jadi Terkuat dalam 7 Dekade, Picu Kekeringan di Asia

Redaksi 17 Juni 2026 10 views
El Nino 2026 Berpotensi Jadi Terkuat dalam 7 Dekade, Picu Kekeringan di Asia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Biro Meteorologi Australia telah mengumumkan terbentuknya pola cuaca El Nino di Pasifik tropis. Fenomena ini diprediksi akan menguat pada paruh kedua tahun 2026 dan berpotensi menjadi salah satu El Nino terkuat dalam tujuh dekade terakhir.

Peningkatan intensitas El Nino ini diperkirakan akan membawa dampak yang signifikan, termasuk curah hujan berlebihan di wilayah Amerika, sementara di Asia diprediksi akan terjadi kondisi panas dan kering. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian dan pasokan pangan global, terutama di wilayah dengan populasi padat.

Menurut pernyataan Biro Meteorologi, suhu permukaan laut di Pasifik tropis telah melampaui ambang batas El Nino, dan indikator atmosfer juga menunjukkan keselarasan dengan fenomena tersebut. "Prakiraan menunjukkan peristiwa El Nino yang kuat hingga sangat kuat, berdasarkan tingkat pemanasan di Pasifik tropis tengah," demikian pernyataan biro tersebut.

Diperkirakan, sekitar separuh dari model prediksi menunjukkan bahwa peristiwa El Nino kali ini dapat mencapai puncak kekuatan yang setara dengan yang tercatat sejak tahun 1950. Para ilmuwan juga menyatakan bahwa perubahan iklim berpotensi memperkuat dampak El Nino pada tahun ini.

El Nino, yang merupakan fenomena pemanasan periodik suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, biasanya dikaitkan dengan penurunan curah hujan di musim dingin dan musim semi, khususnya di pantai timur Australia. Selain itu, fenomena ini juga dapat menyebabkan peningkatan suhu udara di siang hari di wilayah selatan.

Dampak El Nino sangat dirasakan oleh Australia, mengingat sektor pertanian negara tersebut merupakan salah satu pengekspor gandum, gula, dan daging sapi terbesar di dunia. El Nino terakhir yang dialami Australia pada periode 2023-2024 tercatat sebagai periode tiga bulan terkering yang pernah ada. Sebagai perbandingan, salah satu peristiwa El Nino terkuat pada 2015-2016 menyebabkan kekeringan luas dan penurunan produksi biji-bijian serta minyak nabati.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.