bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:55 WIB

El Nino Diproyeksikan Tambah 19 Ribu Kematian di Indonesia hingga Februari 2027

Redaksi 24 September 2026 10 views
El Nino Diproyeksikan Tambah 19 Ribu Kematian di Indonesia hingga Februari 2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Climate Impact Lab yang berafiliasi dengan Universitas Chicago memperkirakan bahwa fenomena El Nino dapat menyebabkan sekitar 451 ribu kematian di seluruh dunia hingga Februari 2027, dengan perkiraan 19 ribu di antaranya terjadi di Indonesia.

Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis hubungan antara suhu ekstrem dan peningkatan angka kematian yang telah terobservasi di berbagai wilayah. Seperti yang dikutip dari New Scientist, pola hubungan ini menyerupai kurva berbentuk huruf U, di mana kematian meningkat signifikan pada kondisi suhu yang sangat dingin maupun sangat panas.

Namun, bentuk kurva tersebut tidak seragam di tiap wilayah karena dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi masyarakat dan ketersediaan infrastruktur, termasuk akses ke pendingin ruangan seperti AC.

Dalam studi tahun 2022, peneliti membagi dunia menjadi sekitar 24 ribu wilayah dan menghitung hubungan suhu‑kematian untuk masing‑masing wilayah menggunakan data historis dekade‑dekade sebelumnya atau dengan membandingkan wilayah yang memiliki kondisi serupa.

Tim peneliti kemudian menggabungkan hasil tersebut dengan perkiraan cuaca musiman yang disediakan oleh European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) untuk menilai tambahan kematian yang mungkin timbul akibat El Nino. Hasilnya menunjukkan sekitar 240 ribu kematian tambahan selama enam bulan antara September 2026 dan Februari 2027. Jika ditambahkan dengan kematian yang telah terjadi sejak El Nino mulai aktif pada Juni, total perkiraan mencapai sekitar 451 ribu kematian.

"Hasil studi menunjukkan ada sekitar 451 ribu orang yang berisiko meninggal dalam beberapa bulan ke depan akibat El Nino," ujar Michael Greenstone, pendiri Climate Impact Lab, sebagaimana dilaporkan pada laman resmi Climate Impact Lab pada 23 September.

Menurut laporan tersebut, Afrika diperkirakan menjadi wilayah paling terdampak, dengan lebih dari 30 ribu kematian tambahan di Nigeria saja dalam periode enam bulan. Pada rentang waktu yang sama, Indonesia diperkirakan mengalami 19 ribu kematian tambahan, India 16 ribu, dan Brasil 13 ribu.

Laporan ini mengkategorikan penduduk ke dalam tiga kelompok usia: anak di bawah empat tahun, orang berusia 65 tahun ke atas, serta kelompok usia lainnya. "Ada dampak pada ketiga kelompok usia tersebut," kata Emily Grover‑Kopec, Direktur Energy & Climate di Rhodium Group yang turut berkontribusi dalam studi ini. "Kelompok yang paling rentan adalah kelompok usia lanjut, kemudian bayi," tambahnya.

Studi lain menunjukkan bahwa El Nino tahun ini berpotensi menjadi yang terkuat dalam setidaknya seribu tahun terakhir, dan tambahan panas yang dihasilkan diperkirakan menjadikan tahun 2027 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.

Anomali suhu di Samudra Pasifik telah melampaui rekor sebelumnya, mencapai 3,05°C di atas rata‑rata periode 1991‑2020, melampaui catatan 3,02°C pada akhir November 2015. Angka ini menggambarkan selisih suhu di zona pemantauan El Nino terhadap rata‑rata acuan, bukan kenaikan suhu rata‑rata global secara keseluruhan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.