bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

El Nino Percepat Pertumbuhan Nyamuk dan Tingkatkan Risiko Demam Berdarah di Singapura

Redaksi 09 September 2026 9 views
El Nino Percepat Pertumbuhan Nyamuk dan Tingkatkan Risiko Demam Berdarah di Singapura
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, fenomena El Nino tidak hanya mengancam satwa liar secara umum, tetapi juga dapat memicu lonjakan populasi nyamuk, khususnya di wilayah tropis yang padat penduduk seperti Singapura.

Menurut data Channel News Asia, nyamuk berkembang optimal di iklim tropis dan lingkungan yang padat. Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2025, yang menelaah kasus demam berdarah di Singapura selama lebih dari dua dekade, menemukan bahwa intensitas El Nino berbanding lurus dengan peningkatan risiko demam berdarah, dengan mempertimbangkan suhu serta curah hujan setempat.

Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura menegaskan bahwa kombinasi iklim tropis dan kepadatan penduduk menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk sepanjang tahun. Peningkatan suhu diperkirakan mempercepat siklus hidup nyamuk dan mempercepat replikasi virus di dalam tubuh serangga tersebut.

Studi internasional lainnya menambahkan bahwa suhu tinggi, musim dingin yang lebih hangat, serta pola curah hujan yang tidak normal akibat El Nino dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk, sehingga meningkatkan potensi penularan demam berdarah.

Tseng Shu-hui, Wakil Direktur Jenderal sekaligus juru bicara Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC), menyatakan bahwa suhu yang naik dapat memendekkan siklus hidup nyamuk pembawa virus serta mempercepat proses replikasi virus demam berdarah di dalam nyamuk.

Setelah hujan lebat atau curah hujan terus‑menerus, genangan air baik di dalam maupun di luar ruangan menjadi tempat berkembang biak yang mudah bagi nyamuk. Data pemantauan NEA antara April hingga Juni 2026 mengidentifikasi beberapa lokasi publik, seperti saluran air tertutup, wadah bekas, dan perangkap selokan, sebagai titik konsentrasi utama nyamuk.

Proyeksi El Nino tahun ini memperkirakan cuaca yang lebih panas dan kering dari bulan Juni hingga Oktober di Singapura, bertepatan dengan puncak demam berdarah yang biasanya terjadi antara Mei hingga Oktober.

Para pakar mengkhawatirkan dampak cuaca ekstrem terhadap siklus hidup serangga. Eleanor Slade, Associate Professor di Asian School of the Environment, berpendapat bahwa El Nino yang semakin kuat dapat membuat serangga kesulitan beradaptasi, bahkan berpotensi mengancam kelangsungan hidupnya.

Serangga yang tidak terbiasa hidup berdekatan dengan manusia menjadi lebih rentan karena ketidakpastian sumber makanan, yang pada gilirannya dapat mengganggu rantai makanan alami. Perubahan suhu dan kabut yang diakibatkan oleh El Nino dapat memengaruhi siklus hidup serangga, berpotensi menurunkan populasi mereka seiring waktu dan menimbulkan efek domino pada spesies lain seperti burung dan kelelawar.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.