bytedaily
Selasa, 22 September 2026 - 00:43 WIB

Empat Penerbangan Garuda Alih ke Bandara Kertajati Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Redaksi 08 September 2026 9 views
Empat Penerbangan Garuda Alih ke Bandara Kertajati Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menghadapi dampak abu vulkanik yang menyebar dari Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa Garuda Indonesia sudah mulai melakukan pendaratan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, termasuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam, sebagai respons terhadap situasi tersebut.

Menurut Dudy, Bandara Kertajati menjadi salah satu pilihan utama untuk menggantikan operasional Bandara Soekarno‑Hatta yang terdampak. Hingga Senin 7 September 2026, empat penerbangan Garuda Indonesia telah beralih ke Kertajati. Bandara alternatif lainnya meliputi Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah.

Menteri juga menginformasikan bahwa Singapore Airlines akan menyesuaikan armada dengan mengganti Boeing 737‑800 menjadi Airbus A350, yang dapat menampung lebih banyak penumpang. Penerbangan dari Singapura akan diarahkan melalui Surabaya, sementara bandara Yogyakarta juga disiapkan sebagai alternatif.

Dudy terus mengimbau maskapai, terutama yang berbasis luar negeri, untuk memanfaatkan pesawat berkapasitas besar serta bandara alternatif yang telah disiapkan, agar penumpang yang terjebak di luar negeri dapat kembali ke Indonesia dengan cepat.

Hasil uji paper test pada beberapa bandara terdampak menunjukkan bahwa Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, tidak terpapar abu vulkanik dan kini telah dibuka kembali untuk operasi normal.

Sementara itu, tujuh bandara masih tetap ditutup, yaitu Bandara Soekarno‑Hatta (Banten), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Budiarto (Banten), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Pondok Cabe (Banten), Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung), dan Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.