bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 07:17 WIB

Empat Perusahaan Terancam PHK Massal Akibat Tekanan Ekonomi Global dan Konflik Internasional

Redaksi 21 Juni 2026 15 views
Empat Perusahaan Terancam PHK Massal Akibat Tekanan Ekonomi Global dan Konflik Internasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengindikasikan bahwa setidaknya empat perusahaan di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menghadapi potensi PHK massal. Situasi ini mencerminkan kondisi sektor industri yang sedang menghadapi tantangan.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menjelaskan bahwa tekanan tersebut timbul dari pelemahan permintaan ekspor, kenaikan biaya bahan baku impor, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Perusahaan yang paling rentan terdampak adalah yang berorientasi ekspor, seperti industri sepatu dan garmen, serta perusahaan yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri.

Said Iqbal menyatakan bahwa ketidakpastian harga minyak dunia akibat perang tersebut turut memengaruhi produksi perusahaan, khususnya yang berorientasi ekspor. Ia telah melakukan peninjauan di sejumlah kawasan industri untuk memetakan potensi PHK, dengan kapasitasnya sebagai Presiden KSPI dan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Guru.

Salah satu perusahaan yang disorot adalah PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur, yang bergerak dalam pengolahan bubur kayu untuk produksi kertas. Menurut Said Iqbal, terdapat potensi ancaman PHK bagi sekitar 2.500 pekerja di perusahaan tersebut, di mana sebagian besar operasional pabrik dilaporkan telah berhenti.

Di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung, sebuah perusahaan dengan perkiraan 14 ribu hingga 17 ribu pekerja juga menghadapi situasi serupa. Sekitar 4.000 pekerja dikabarkan telah dirumahkan meskipun belum secara resmi di-PHK. Said Iqbal menyebutkan bahwa pesanan sepatu untuk salah satu merek internasional di PT Feng Tay telah selesai, dan kepastian pesanan berikutnya masih belum jelas.

KSPI berencana untuk mendatangi PT Feng Tay bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja. Said Iqbal juga menyoroti laporan bahwa pekerja yang dirumahkan hanya menerima separuh dari upah mereka, yang dinilainya perlu diverifikasi mengingat adanya kode etik kerja yang mengikat perusahaan pemasok merek global.

Selain itu, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dengan inisial J dan S, juga berpotensi terdampak PHK yang dapat memengaruhi ribuan pekerja. Menurut Said Iqbal, prinsipal dari Jepang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian produksi ke negara lain, termasuk Vietnam, karena perubahan tren industri ke arah mobil listrik dan ketidakpastian situasi global.

Said Iqbal juga menyebutkan perkembangan positif terkait PT Amos, perusahaan garmen di Cilincing, Jakarta, di mana koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dilaporkan mulai menunjukkan titik terang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.