bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Erick Thohir, menegaskan kemampuan negara dalam menjadi tuan rumah kompetisi olahraga berkelas dunia.
Dalam pidato pembukaan Indonesia Sports Summit 2026, Erick menjelaskan kesiapan Indonesia untuk menyelenggarakan turnamen internasional, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026 yang ia sebut sebagai bukti kepercayaan FIFA.
"Sebentar lagi ada FIFA ASEAN, tepuk tangan sedikit lah buat saya. Tapi selain itu, ada ajang‑ajang olahraga lain juga yang besar‑besar. Ini penting," ujarnya di Jakarta pada Jumat (11/9).
Erick menelusuri jejak prestasi Indonesia dalam menyelenggarakan event olahraga, mulai dari Asian Games 1962, Asian Games 2018, FIBA World Cup 2023, MotoGP Mandalika, hingga FIFA U‑17 World Cup 2023, sebagai contoh eksposur internasional.
Ia menambahkan, Asian Games 1962, yang dilaksanakan 17 tahun setelah kemerdekaan, menjadi simbol kebanggaan bangsa dan menjadikan Indonesia negara keempat yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games. Pada saat itu, fasilitas seperti Gelora Bung Karno dengan kapasitas 100 ribu penonton dan hotel bintang lima dibangun, menegaskan bahwa olahraga dipandang sebagai investasi bagi karakter bangsa menjelang seratus tahun Sumpah Pemuda.
Selanjutnya, Erick mengungkapkan besarnya peluang ekonomi dari industri olahraga. Menurutnya, nilai perputaran global di sektor ini mencapai sekitar Rp8.000 triliun, dengan olahraga pariwisata menyumbang Rp9.700 triliun. Sementara itu, perputaran di Indonesia belum mencapai Rp40 triliun dan hanya menyumbang kurang dari 0,5 persen dari total dunia.
Ia mencontohkan bahwa liga sepak bola domestik menghasilkan sekitar Rp10,5 triliun, sedangkan MotoGP Mandalika menghasilkan Rp4,5 triliun, menegaskan potensi pertumbuhan yang masih dapat dimanfaatkan.