bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau menambah daratan seluas 32,8 hektare. Perubahan itu diketahui dari evaluasi citra satelit Sentinel.
Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan penambahan daratan terjadi di bagian barat laut, barat, hingga barat daya tubuh gunung. Perluasan tersebut disebabkan endapan material piroklastik dan aliran lava dari erupsi yang berlangsung terus-menerus.
Citra satelit juga memperlihatkan dua gumuk menyerupai pulau kecil di barat laut dan tenggara Anak Krakatau. Kemunculannya diduga berkaitan dengan erupsi berkelanjutan selama sekitar 25 jam.
Menurut interpretasi awal PVMBG, magma encer keluar ke permukaan melalui bukaan atau rekahan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Material erupsi yang terlontar dari jalur itu kemudian menumpuk dan membentuk daratan di lokasi terpisah. PVMBG menyatakan dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lapangan.
Badan Geologi akan membandingkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi langsung. Masyarakat diimbau tetap tenang. Status Gunung Anak Krakatau masih Waspada.
PVMBG meminta masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Untuk keselamatan, warga juga diminta menjauhi area dalam radius 1 kilometer dari kedua gumuk pulau baru tersebut.