bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:11 WIB

ESDM Sebut Stok BBM Aman 18–20 Hari, Antrean Dipengaruhi Distribusi

Redaksi 14 Oktober 2026 6 views
ESDM Sebut Stok BBM Aman 18–20 Hari, Antrean Dipengaruhi Distribusi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) berada pada kisaran 18–20 hari, meski antrean terjadi di sejumlah daerah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan gangguan pasokan terutama berkaitan dengan distribusi, seperti keterlambatan kapal dan cuaca yang menghambat pengiriman.

Laode menjelaskan, pengangkutan BBM melalui sungai terkendala saat aliran air mengering. Pengiriman pun harus dialihkan menggunakan truk, yang memerlukan waktu lebih lama dan kapasitas angkutnya terbatas.

Cuaca dengan ombak tinggi juga dapat menghambat kapal pengangkut untuk bersandar. Akibatnya, pembongkaran muatan dan penyaluran BBM kepada masyarakat menjadi lebih lambat.

Menurut Laode, kendala distribusi tidak hanya ditemukan di Bali. Ia juga mendapati persoalan serupa saat meninjau Makassar. Di Bali, kapal yang sebelumnya terlambat telah tiba dan penyaluran BBM dipercepat selama 24 jam. Pemerintah berharap antrean di wilayah tersebut dapat teratasi dalam satu hingga dua hari.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) meminta maaf kepada masyarakat Bali atas antrean di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut kendala kapal ketika hendak membongkar kargo turut mengganggu pasokan.

Kesulitan pada bagian jangkar membuat jadwal pembongkaran yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Ia menegaskan kendala tersebut bukan alasan untuk membenarkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.