bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Fadil Imran Minta PBSI Terus Bekerja Keras Usai Asian Games

Redaksi 07 Oktober 2026 12 views
Fadil Imran Minta PBSI Terus Bekerja Keras Usai Asian Games
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Ketua Umum PBSI Fadil Imran menyatakan raihan dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu di Asian Games 2026 tidak boleh membuat para pemain terlena. Ia mengingatkan bahwa PBSI masih harus bekerja keras mengejar prestasi, termasuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

PBSI menggelar acara syukuran atas pencapaian tersebut di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10). Dalam kesempatan itu, PBSI memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan tim pendukung yang terlibat.

Fadil mengatakan hasil Asian Games menambah keyakinan terhadap proses pembinaan dan regenerasi yang sedang berjalan. Meski demikian, ia meminta para pemain tidak cepat berpuas diri karena masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, NOC Indonesia, KONI, sponsor, mitra klub, Pengprov, media, serta masyarakat Indonesia atas dukungan mereka. Fadil mengajak para atlet menikmati pencapaian, berterima kasih kepada orang tua dan pelatih, lalu kembali berlatih.

Menurut Fadil, prestasi di Asian Games diharapkan dapat menumbuhkan semangat regenerasi di kalangan generasi berikutnya. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, termasuk kontribusi pelatih, tim performa, ofisial, staf, karyawan pelatnas, dan pihak lain di balik layar.

Dalam acara itu, PBSI mengalokasikan apresiasi total Rp4,5 miliar untuk para pemain serta memberikan apresiasi kepada manajer, pelatih, dan tim pendukung.

Wakil Ketua Umum PBSI Taufik Hidayat mengatakan penghargaan dan bonus diberikan seiring prestasi. Ia berharap pencapaian di Asian Games menjadi motivasi untuk meraih hasil lebih baik, dengan Olimpiade 2028 tetap menjadi sasaran kepengurusan PBSI.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.