bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menyatakan tidak ingin terbebani oleh dua gelar yang telah mereka raih di turnamen Asia Timur, yaitu Jepang Open dan China Open, menjelang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan yang menempati peringkat kedua dunia dan berstatus unggulan kedua ini memulai kiprahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan atas wakil Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi, melalui skor 21-14 dan 21-13 pada Rabu (19/8).
Fajar mengungkapkan harapannya agar kesuksesan di Jepang dan China Open tidak menjadi beban, melainkan dapat dijadikan sebagai sumber semangat dan kepercayaan diri tambahan. Ia menambahkan bahwa pemahaman mengenai karakter permainan lawan, yang telah dipelajari sebelum pertandingan, turut membantu mereka menghadapi Adam/Rossi. Fajar menjelaskan bahwa pasangan Prancis tersebut pernah berhadapan dengan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di Piala Thomas dan juga sempat berlatih di pelatnas Indonesia, sehingga sedikit banyak mereka telah memahami pola permainan, pergerakan, penempatan bola, serta kebiasaan lawan.
Menurut Fajar, agresivitas merupakan salah satu keunggulan Adam/Rossi, oleh karena itu Fajar/Fikri berupaya untuk tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mengembangkan gaya bermain tersebut. Secara umum, Fajar menyatakan bahwa pertandingan tersebut berjalan lancar tanpa kendala signifikan. Bagi Fajar/Fikri, laga ini menandai penampilan perdana mereka di Kejuaraan Dunia sebagai sebuah pasangan.
Fikri menambahkan bahwa meskipun ini adalah debut mereka di Kejuaraan Dunia sebagai pasangan, tidak ada persiapan khusus yang berbeda dari biasanya, namun ia berusaha untuk terus meningkatkan fokus selama latihan. Ia juga menekankan bahwa dalam ajang sebesar Kejuaraan Dunia BWF, segala sesuatu bisa terjadi, sehingga mereka ingin tetap fokus dan menikmati setiap momen pertandingan.