bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:11 WIB

FAM Diperkirakan Perlu Rp1 Miliar per Bulan untuk Merekrut Moriyasu

Redaksi 14 Oktober 2026 3 views
FAM Diperkirakan Perlu Rp1 Miliar per Bulan untuk Merekrut Moriyasu
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diperkirakan perlu menyiapkan dana hingga Rp1 miliar per bulan apabila ingin merekrut pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, untuk menangani Harimau Malaya.

Agen sepak bola Malaysia, Effendi Jagan Abdullah, mengatakan nilai kontrak pelatih Jepang akan ditentukan oleh profil, pengalaman internasional, dan prestasinya. Menurut dia, biaya untuk merekrut pelatih Jepang berkualifikasi tinggi di level Asia saja dapat dimulai dari sekitar Rp510 juta per bulan.

Effendi menyebut FAM setidaknya perlu menyiapkan US$30 ribu per bulan untuk pelatih dengan reputasi besar di Asia. Biaya itu, menurutnya, bisa meningkat hingga dua kali lipat jika pelatih yang dibidik merupakan nama papan atas seperti Moriyasu. Ia menilai FAM perlu berinvestasi besar dan memastikan dana yang dikeluarkan memberikan hasil bagi tim.

Nama Moriyasu masuk dalam rumor calon pelatih baru Malaysia setelah media Jepang Sakanowa melaporkan bahwa ia termasuk dalam bursa kandidat. Media Vietnam, Tien Phong, kemudian turut memberitakan upaya FAM mencari pelatih asing berkelas.

Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan membantah kabar tersebut. Ia menyatakan belum ada negosiasi resmi ataupun komunikasi langsung dengan pihak Moriyasu, serta mengatakan FAM masih akan membahas persoalan itu lebih lanjut.

Saat ini, Malaysia ditangani pelatih interim Tan Cheng Hoe. Ia baru saja mengantar Harimau Malaya meraih posisi ketiga di FIFA ASEAN Cup 2026. Kontrak Moriyasu bersama timnas Jepang akan berakhir pada awal 2027, dengan Piala Asia tahun depan disebut menjadi turnamen terakhirnya bersama Samurai Biru.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.