bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, generasi Z tidak lagi mengucapkan "halo" ketika mengangkat panggilan telepon.
Laporan pertama yang diangkat oleh The New York Times menyatakan bahwa anak muda berusia 18‑24 tahun kini lebih cenderung menyapa dengan kata "hai", "apa kabar" atau sekadar "ya?" dibandingkan dengan sapaan tradisional "halo".
Temuan tersebut didukung oleh survei yang dilakukan oleh YouGov di Inggris pada tahun 2025, yang mencatat bahwa 40 persen responden dalam rentang usia tersebut menganggap menjawab telepon tanpa sapaan apa pun merupakan hal yang wajar.
Menurut The Guardian, perubahan pola sapaan ini dapat dipahami karena komunikasi daring—baik melalui pesan teks, direct message di media sosial, maupun surel—telah menjadi norma, sehingga panggilan telepon dipandang sebagai lanjutan percakapan tersebut dan tidak lagi memerlukan formalitas "halo".
Fitur identifikasi penelepon yang muncul di layar ponsel juga menjadi faktor lain; karena identitas dapat dilihat secara visual, banyak generasi Z yang merasa tidak perlu lagi menyapa dengan kata "halo".
Sejumlah perekrut melaporkan fenomena tambahan, yaitu sebagian generasi Z bahkan tidak mengucapkan kata apa pun saat menjawab telepon, melainkan hanya menghembuskan napas menunggu lawan bicara berbicara terlebih dahulu. Pernyataan ini dikutip dalam sebuah video TikTok yang dirujuk oleh Fast Company pada 9 September.
Topik ini sempat menjadi viral di platform X pada Juli, ketika seorang akun yang mengaku sebagai perekrut menuliskan bahwa ia sering mengadakan wawancara via telepon dan memperhatikan bahwa banyak kandidat generasi Z mengangkat telepon tanpa mengucapkan apa‑apa, menunggu penelepon memulai sapaan.
Secara historis, kata "halo" berasal dari variasi kata "holla", "hollo", "halloo" atau "hillo" yang telah dipakai sejak abad ke-16 untuk menarik perhatian. Setelah penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada 1876, Thomas Alva Edison diperkirakan berperan dalam menetapkan "halo" sebagai sapaan standar yang bersifat universal, menggantikan salam berbasis waktu seperti "selamat pagi" atau "selamat malam".
Selain perubahan kebiasaan sapaan, generasi Z juga cenderung enggan mengangkat telepon karena meningkatnya kasus penipuan berbasis panggilan. Sebuah studi tahun 2024 menunjukkan hampir seperempat dari mereka memilih tidak menjawab telepon karena khawatir menjadi sasaran penipuan suara.