bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Hanif: Menlu RI Berwenang Merespons Desakan Malaysia soal Karhutla

Redaksi 16 Oktober 2026 3 views
Hanif: Menlu RI Berwenang Merespons Desakan Malaysia soal Karhutla
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Menteri Luar Negeri RI merupakan pihak yang berwenang memberikan tanggapan resmi atas desakan anggota DPR Malaysia, Andrew Chen Kah Eng, agar Indonesia segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hanif menyatakan persepsi publik internasional perlu diluruskan. Menurutnya, karhutla tidak hanya dipicu aktivitas manusia, tetapi juga dipengaruhi ketersediaan bahan bakar yang melimpah serta El Nino berkepanjangan dan suhu tinggi. Ia menyampaikan hal itu setelah rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Jakarta Barat, Kamis (15/10).

Hanif juga menyebut prinsip hukum lingkungan internasional menetapkan bahwa pihak pencemar harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Ia meyakini Menlu RI Arrmanatha Nasir akan membahas persoalan tersebut dengan negara-negara ASEAN melalui jalur diplomasi.

Sebelumnya, Andrew mendesak Indonesia mengatasi karhutla dan menyampaikan permintaan maaf resmi kepada negara anggota ASEAN. Ia menilai kabut asap yang mengandung partikel PM2.5 telah mencemari udara negara lain dan mengancam kesehatan masyarakat, termasuk warga Malaysia.

Andrew juga mengkritik pernyataan pejabat Indonesia yang mengaitkan kabut asap di Malaysia dan Singapura dengan faktor alam. Menurutnya, pandangan tersebut mengabaikan praktik manusia yang turut mendorong polusi lintas batas. Ia meminta PBB dan ASEAN menyatakan bahwa lingkungan yang bersih, aman, dan sehat merupakan hak asasi manusia universal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.