bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 02:55 WIB

Harga Minyak Menguat Tipis Menanti Pemulihan Arus Kapal di Selat Hormuz

Redaksi 23 Juni 2026 11 views
Harga Minyak Menguat Tipis Menanti Pemulihan Arus Kapal di Selat Hormuz
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, harga minyak dunia terpantau mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Selasa (23/6), melanjutkan tren setelah penurunan tajam lebih dari 3 persen pada hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar memilih bersikap lebih berhati-hati sambil menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta menunggu kepastian pemulihan lalu lintas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Menurut data yang dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat naik sebesar 24 sen atau 0,38 persen, mencapai US$78,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga mengalami penguatan sebesar 33 sen atau 0,46 persen, ditutup pada angka US$74,19 per barel.

Penguatan harga minyak ini terjadi sehari setelah pasar menyaksikan penurunan lebih dari 3 persen. Penurunan sebelumnya dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan AS yang memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran, menyusul adanya pembicaraan damai awal antara kedua negara. Sentimen positif tambahan juga datang dari meredanya konflik di Lebanon, di mana para pejabat melaporkan berkurangnya intensitas permusuhan sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara Washington dan Teheran.

Perkembangan tersebut memberikan kontras dengan situasi pada akhir pekan sebelumnya yang sempat menimbulkan kekhawatiran akan kegagalan kesepakatan damai yang baru berusia sepekan. Ketegangan sempat meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan perang jika Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, menyusul pernyataan Teheran yang mengindikasikan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.

Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan bahwa pasar masih menyimpan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan antara AS dan Iran. Ia menjelaskan bahwa skeptisisme di pasar berakar pada ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua negara, sehingga kembalinya harga minyak ke level sebelum konflik kemungkinan akan memakan waktu lebih lama. Waterer menambahkan bahwa pasar sebelumnya menunjukkan optimisme berlebihan terhadap peta jalan perdamaian dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz yang tercermin dalam harga minyak. Namun, saat ini pelaku pasar lebih memilih untuk mengambil sikap yang terukur sembari menunggu bukti konkret bahwa kesepakatan tersebut benar-benar berjalan dan aktivitas pelayaran dapat kembali normal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.