bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon diperkirakan akan muncul di langit pada Sabtu, 26 September 2026. Puncak purnama diprediksi terjadi pada pukul 16.49 UTC atau sekitar 23.49 WIB.
Biasanya, waktu terbit Bulan bergeser sekitar 50 menit setiap harinya, namun mendekati ekuinoks September pergeseran tersebut menjadi lebih kecil di belahan Bumi Utara. Akibatnya, Bulan terbit pada jam yang hampir sama selama beberapa malam berturut‑turut, memberikan tambahan cahaya sesaat setelah matahari terbenam.
Nama Harvest Moon diberikan karena fase purnama ini berdekatan dengan ekuinoks musim gugur, yang menandai masa panen. Menurut NASA, para petani zaman dulu mengandalkan cahaya Bulan untuk menyelesaikan pekerjaan panen pada malam hari sebelum listrik tersedia.
Jika purnama tidak bertepatan dengan ekuinoks, istilah yang dipakai adalah Corn Moon, sebagaimana dilaporkan oleh USA Today. Selain Harvest Moon, purnama September juga memiliki sebutan lain yang menandai peralihan dari musim panas ke musim gugur.
BBC melaporkan bahwa pada 26 September 2026, Harvest Moon akan ditemani oleh planet Saturnus. Pengamat dapat melihat ke arah timur saat matahari terbenam untuk menyaksikan Bulan terbit, kemudian sekitar satu jam kemudian Saturnus muncul sebagai objek terang di sebelah kiri Bulan. Pada 27 September, keduanya kembali terbit bersamaan dengan posisi Bulan berada di sebelah kiri Saturnus.