bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 07:18 WIB

HIPMI Karawang Mendesak PLN untuk Menjadwalkan Ulang Pemadaman Listrik di Jam Produktif

Redaksi 21 Juni 2026 13 views
HIPMI Karawang Mendesak PLN untuk Menjadwalkan Ulang Pemadaman Listrik di Jam Produktif
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah menyampaikan permohonan kepada PT PLN (Persero) agar pelaksanaan pemadaman listrik mempertimbangkan jam-jam produktif guna meminimalkan gangguan terhadap sektor usaha dan industri.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Karawang, David, menyatakan bahwa pemadaman listrik yang terjadi selama dua pekan terakhir telah secara signifikan mengganggu aktivitas dunia usaha. Banyak pelaku usaha, khususnya di sektor industri Karawang, yang mengeluhkan dampak negatif pemadaman terhadap operasional bisnis mereka, termasuk terganggunya proses produksi, pelayanan pelanggan, dan potensi kerugian akibat penghentian aktivitas.

David menjelaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan fundamental bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiap pemadaman sebaiknya diinformasikan jauh-jauh hari dan dijadwalkan dengan cermat, dengan mempertimbangkan jam-jam produktif seperti pukul 08.00 hingga 15.30 WIB, agar tidak menghambat kegiatan usaha masyarakat. HIPMI Karawang berharap ada peningkatan komunikasi dan langkah antisipasi dari PLN untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi dunia usaha.

HIPMI Karawang juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik oleh PLN. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Selama dua pekan terakhir, pemadaman listrik bergilir telah melanda sejumlah wilayah Karawang, dengan lebih dari 10 titik pemadaman per hari yang berlangsung rata-rata tiga hingga lima jam, meliputi kawasan permukiman, perkantoran, pusat layanan publik, area usaha, kawasan industri, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang, Wahyu NF, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pemadaman bergilir. Ia menjelaskan bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh kendala teknis operasional pada pembangkit yang berakibat pada penurunan kapasitas suplai listrik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.