bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:24 WIB

IHSG Diperkirakan Menghadapi Risiko Koreksi pada Perdagangan Kamis

Redaksi 15 Oktober 2026 1 views
IHSG Diperkirakan Menghadapi Risiko Koreksi pada Perdagangan Kamis
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan Kamis (15/10), meski peluang penguatan kembali masih terbuka.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks berisiko terkoreksi dalam jangka pendek. Menurut proyeksinya, IHSG berpotensi turun ke kisaran 5.744–5.794. Jika koreksi tertahan, indeks diperkirakan menguji area 5.897–5.940 sebelum berpeluang naik ke rentang 5.989–6.014.

Herditya memperkirakan level support IHSG berada di 5.887 dan 5.744, sedangkan resistance berada di 6.216 dan 6.296. Ia menyebut ADMR, BRMS, ENRG, dan ISAT dalam rekomendasi sahamnya.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji memperkirakan pergerakan IHSG akan bervariasi dengan kecenderungan konsolidasi sambil mencari momentum untuk melanjutkan penguatan. Ia menilai ruang penurunan terbatas selama indeks bertahan di atas support krusial.

Nafan menyebut support krusial IHSG berada di 5.851. Indikator Stochastic K_D dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif, sementara volume perdagangan menurun. Ia memproyeksikan support berikutnya di 5.647 dan resistance di 6.016 serta 6.180. Saham yang disebut dalam rekomendasinya adalah BBTN, ELSA, dan WIFI.

Pada penutupan Rabu (14/10), IHSG berada di level 5.943 atau naik 17,04 poin (0,29 persen) dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi tercatat Rp11,04 triliun dengan volume perdagangan 31,23 miliar saham. Sebanyak 280 saham menguat, 321 melemah, dan 194 tidak berubah.

Informasi mengenai saham dalam berita ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.