bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah sebesar 65,81 poin atau 1,06 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis siang. Posisi IHSG berada di level 6.154.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG membuka perdagangan di angka 6.191 dan mengalami pelemahan hingga mencapai titik terendah di 6.073. Sementara itu, level tertinggi yang sempat dicapai adalah 6.197.
Pada saat yang sama, tercatat sebanyak 417 saham berada di zona merah, 226 saham menguat, dan 158 saham lainnya stagnan. Volume transaksi pada penutupan sesi I mencapai 14,92 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,07 triliun yang berasal dari 1,07 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.729 triliun.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, meskipun koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Herditya memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area 6.476-6.577, namun juga perlu mencermati peluang koreksi ke kisaran 6.113-6.176.
Lebih lanjut, Herditya memproyeksikan pergerakan IHSG berada dalam rentang support 5.784, 5.594 dan resistance 6.286, 6.459 pada hari ini. Senada, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan indeks saham masih berpeluang menguat asalkan mampu bertahan di atas support minor 6.007. Ivan menyatakan bahwa jika support 6.007 terjaga, IHSG berpotensi menguji resistance Fibonacci di level 6.545. Namun, jika support tersebut ditembus ke bawah, indeks berisiko memasuki fase koreksi yang lebih dalam.
Ivan memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.007, 5.722, 5.519, dan 5.314, dengan resistance di 6.545, 6.835, dan 7.207 pada hari ini.