bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 21:56 WIB

Ilmuwan Identifikasi 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tangguh Hadapi Krisis Iklim

Redaksi 16 Juni 2026 18 views
Ilmuwan Identifikasi 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tangguh Hadapi Krisis Iklim
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan telah menemukan sekitar 166 ribu kilometer persegi terumbu karang di seluruh dunia yang memiliki ketahanan alami terhadap perubahan iklim. Luasan ini hampir tiga kali lipat dari perkiraan sebelumnya mengenai wilayah terumbu karang yang mampu bertahan dan pulih dari dampak pemanasan global.

Temuan ini memberikan harapan baru bagi kelangsungan ekosistem laut yang krusial, mengingat terumbu karang menopang seperempat kehidupan laut, menyediakan sumber pangan, melindungi pesisir, dan menjadi mata pencaharian bagi jutaan orang. Meskipun terumbu karang menghadapi ancaman serius akibat badai tropis, polusi, dan pemutihan karang (coral bleaching) akibat kenaikan suhu laut, penelitian ini menunjukkan adanya kawasan yang lebih resilien.

Analisis yang dilakukan melibatkan gabungan 45 ribu survei terumbu karang dengan data iklim dan kondisi laut selama puluhan tahun. Hasilnya memetakan area terumbu karang yang lebih tangguh, tersebar di 71 negara dan lebih dari 100 teritori, termasuk di Karibia serta sebagian Samudra Pasifik dan Atlantik yang sebelumnya tidak teridentifikasi sebagai habitat karang yang kuat.

Emily Darling, Direktur konservasi karang Wildlife Conservation Society (WCS), menyatakan bahwa penelitian ini membuktikan terumbu karang tidak sepenuhnya tak terselamatkan. Ia menekankan pentingnya kemauan politik untuk melindungi kawasan-kawasan yang kini diketahui sebagai sumber harapan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah dalam menentukan prioritas perlindungan laut, terutama dalam mendukung target konservasi global '30 by 30' yang bertujuan melindungi 30 persen daratan dan lautan pada akhir dekade ini.

Saat ini, hanya sekitar 28 persen terumbu karang yang teridentifikasi tangguh tersebut berada di kawasan lindung. Darling menyoroti urgensi perlindungan ini, terutama menjelang potensi peristiwa El Nino. Stacy Jupiter, Direktur Eksekutif Program Kelautan Global WCS, menambahkan bahwa temuan ini dapat mengarahkan penggunaan anggaran konservasi yang terbatas pada kawasan terumbu karang yang terbukti lebih tangguh untuk perlindungan dan investasi pemulihan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.