bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ilmuwan Manfaatkan Hiu untuk Tingkatkan Akurasi Prediksi Badai

Redaksi 09 Agustus 2026 7 views
Ilmuwan Manfaatkan Hiu untuk Tingkatkan Akurasi Prediksi Badai
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah ilmuwan kini mengembangkan metode baru untuk memprediksi badai dengan lebih akurat, yaitu dengan memanfaatkan kawanan hiu. Para peneliti dari University of Delaware telah memulai proyek ini dengan memasang sensor khusus pada hiu untuk mengumpulkan data kondisi samudra secara langsung sebelum badai menghantam pantai timur Amerika Serikat.

Berbeda dengan citra menakutkan yang sering digambarkan dalam film, hiu dalam penelitian ini dialihfungsikan sebagai 'pengamat samudra bergerak'. Mereka dilengkapi dengan sensor elektronik kecil yang terpasang pada sirip punggung. Perangkat yang dinamakan CTD tags ini berfungsi merekam konduktivitas listrik air, yang kemudian digunakan untuk mengukur salinitas, suhu, dan kedalaman laut saat hiu menyelam. Data tersebut secara otomatis dikirimkan ke jaringan satelit setiap kali hiu muncul ke permukaan.

Aaron Carlisle, ketua tim peneliti dan profesor di School of Marine Science and Policy University of Delaware, menjelaskan bahwa hiu dipilih karena kelimpahan populasi, sebaran yang luas, dan aksesibilitas yang lebih mudah dibandingkan mamalia laut yang dilindungi. Fokus penelitian ini adalah mengukur suhu pada lapisan teratas samudra (mixed layer), yang merupakan faktor penentu utama intensitas badai. Carlisle menambahkan bahwa semakin hangat lapisan campuran ini, semakin kuat badai yang terbentuk karena area tersebut menyimpan energi panas yang dibutuhkan badai.

Beberapa jenis hiu di Atlantik Utara yang dianggap paling sesuai untuk misi ini meliputi hiu mako sirip pendek, hiu biru, hiu martil halus, dan hiu putih besar yang masih muda. Pemilihan jenis-jenis ini didasarkan pada kebiasaan mereka yang sering muncul ke permukaan, sehingga memastikan kelancaran transmisi data ke satelit. Proses pemasangan sensor dilakukan setiap awal Mei, saat hiu bermigrasi mendekati pesisir, dengan kecepatan yang disamakan seperti kru pit stop balap mobil, memakan waktu kurang dari lima menit untuk meminimalkan stres pada hiu. Perangkat sensor ini juga dirancang untuk berkarat dan terlepas secara alami seiring waktu.

Caroline Wiernicki, salah satu peneliti, menekankan bahwa peran hiu dalam proyek ini sangat berbeda dari persepsi negatif yang umum di masyarakat. Ia membandingkan keberadaan hiu saat ini dengan pegawai kantor yang sedang mencatat jam kerja dan melaporkan suhu harian. Data samudra yang dikumpulkan dari tubuh hiu ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mempertajam prediksi cuaca dan meningkatkan kesiapan masyarakat pesisir, dari North Carolina hingga Massachusetts, dalam menghadapi ancaman badai yang semakin ekstrem.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.