bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Ilmuwan Uji Wol Domba untuk Memperlambat Pencairan Gletser di Swiss

Redaksi 14 September 2026 14 views
Ilmuwan Uji Wol Domba untuk Memperlambat Pencairan Gletser di Swiss
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para peneliti tengah menguji pemanfaatan wol domba sebagai penutup alami untuk memperlambat pencairan gletser di Pegunungan Alpen Swiss.

Selama bertahun‑tahun, lapisan es ribuan tahun di kawasan tersebut dilapisi terpal sintetis berbahan plastik untuk memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Namun, terpal tersebut dapat melepaskan serat mikroplastik yang mencemari lingkungan.

Proyek yang dinamakan "Keep It Wool" ini diprakarsai oleh Summit Foundation bersama University of Lausanne, dengan dukungan perusahaan Swiss Fisolan. Penelitian difokuskan pada Gletser Tsanfleuron di bagian barat Swiss, mengingat musim panas ekstrem tahun ini mempercepat pencairan es beberapa minggu lebih cepat dari biasanya.

Manajur Proyek Timothee Steiner menjelaskan bahwa timnya mencari alternatif bahan penutup yang dapat terurai secara alami serta memanfaatkan wol Swiss yang sebagian besar (40‑70 %) dibuang setiap tahun.

Pada bulan Juni, dua prototipe selimut wol buatan Fisolan dipasang pada area seluas 200 meter persegi di atas gletser. Sepanjang musim panas, kinerja selimut wol dibandingkan dengan terpal sintetis konvensional. Pengukuran yang dilakukan setiap dua minggu menunjukkan bahwa selimut wol mampu memperlambat pencairan dengan efektivitas yang setara dengan terpal sintetis.

Niklaus Saegesser dari Fisolan menyatakan keterkejutannya terhadap daya tahan material wol tersebut. Meskipun demikian, tim proyek menegaskan bahwa penggunaan selimut wol bukanlah solusi utama untuk mengatasi pemanasan global, mengingat hanya sekitar 0,02 % permukaan gletser Swiss yang dapat ditutupi dengan penutup semacam ini.

Para ilmuwan menekankan bahwa langkah jangka panjang yang paling efektif tetaplah pengurangan emisi gas rumah kaca, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.