bytedaily
Rabu, 24 Juni 2026 - 22:26 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru di Australia Open 2026 dengan Tiga Gelar Juara Beruntun

Redaksi 14 Juni 2026 13 views
Indonesia Catat Sejarah Baru di Australia Open 2026 dengan Tiga Gelar Juara Beruntun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kontingen Indonesia berhasil mengukir sejarah baru dalam ajang Australia Open 2026 dengan meraih gelar juara dalam tiga musim berturut-turut. Prestasi gemilang ini dicapai berkat kemenangan Alwi Farhan di nomor tunggal putra.

Pada babak final yang diselenggarakan Minggu (14/6), Alwi Farhan sukses mengalahkan Dong TianYao melalui dua gim langsung dengan skor identik 21-13, 21-13. Sementara itu, Indonesia juga menambah koleksi medali melalui nomor ganda putri dan ganda putra yang masing-masing harus puas meraih medali perak setelah kalah dari wakil China di partai puncak.

Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meiilysa Trias Puspitasari harus mengakui keunggulan Jia Yi Fan/Zhang Shun Xian dengan skor 22-24, 13-21. Di nomor ganda putra, Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga takluk dua gim langsung 15-21, 17-21 dari pasangan Chen Bo Yang/Liu Yi.

Hasil ini menegaskan tradisi juara Indonesia dalam Australia Open yang terus terjaga. Pada musim 2015, Indonesia berhasil membawa pulang dua gelar emas dari nomor ganda putra melalui Raymon Indra/Nikolaus Joaquin dan ganda putri oleh Rachel Alessya/Febi Setianingrum. Gelar juara pada tahun 2024 diraih oleh pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pertiwi. Sebelumnya, pada edisi 2023 dan 2022, Indonesia belum berhasil meraih gelar juara.

Perlu dicatat bahwa edisi Australia Open tahun 2021 dan 2020 terpaksa ditiadakan akibat pandemi Covid-19. Sebelum pencapaian terbaru ini, tradisi juara Indonesia hanya mampu bertahan dalam dua musim beruntun, seperti yang terjadi pada periode 2019-2018, 2013-2012, serta 2007-2006.

Ini merupakan kali pertama bagi wakil Indonesia untuk meraih gelar juara Australia Open dalam tiga musim secara beruntun. Meskipun gelar diraih dari nomor-nomor yang berbeda, pencapaian ini menunjukkan bahwa para atlet pelatnas PBSI masih mampu bersaing di kancah internasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.