bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia saat ini menantikan pengumuman penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status pasar saham domestik. Terdapat dua pengumuman krusial yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
MSCI, lembaga penyedia indeks pasar saham global, telah menyatakan dalam rilis resminya pada 21 Mei 2026 bahwa tinjauan aksesibilitas dan klasifikasi pasar Indonesia akan diumumkan bulan ini. Pengumuman pertama, MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Sementara itu, pengumuman kedua, MSCI 2026 Annual Market Classification Review, akan dirilis pada 23 Juni 2026.
MSCI berperan dalam mengukur kinerja pasar saham global, termasuk Indonesia, yang kemudian dikelompokkan dalam indeks-indeksnya. Indeks ini berfungsi sebagai tolok ukur bagi investor global untuk menilai tren dan performa saham berdasarkan berbagai kriteria seperti wilayah geografis, sektor industri, dan karakteristik perusahaan. Beberapa indeks MSCI yang populer antara lain MSCI Emerging Markets Index, MSCI Asia Pacific Index, MSCI World Index, dan MSCI Indonesia Index.
Saham-saham yang masuk dalam indeks MSCI umumnya menarik perhatian investor internasional. Proses evaluasi pasar saham oleh MSCI dilakukan setiap tahun untuk menentukan klasifikasi negara, apakah layak sebagai developed market, emerging market, frontier market, atau standalone market.
Sebelumnya, pada Selasa (12/5) waktu Central European Summer Time (CEST), MSCI telah mengumumkan hasil rebalancing indeksnya. Dalam pengumuman tersebut, sebanyak 18 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI, di mana 6 saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan 13 saham dicoret dari MSCI Global Small Cap Index. Tidak ada saham Indonesia baru yang ditambahkan ke dalam MSCI Global Standard Index terbaru.