bytedaily
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Indonesia Pasok 145,3 Bcf Gas ke Singapura pada 2024

Redaksi 25 Oktober 2026 5 views
Indonesia Pasok 145,3 Bcf Gas ke Singapura pada 2024
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Indonesia mengirimkan 145,3 miliar kaki kubik (Bcf) gas alam melalui pipa ke Singapura pada 2024. Pada tahun yang sama, konsumsi gas alam negara kota itu mencapai sekitar 0,512 kuadriliun British thermal unit (BTU), di tengah kebijakan Indonesia untuk mengurangi ekspor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) mencatat konsumsi gas alam Singapura naik dari 0,471 kuadriliun BTU pada 2023 menjadi 0,512 kuadriliun BTU pada 2024.

Menurut EIA, ekspor gas Indonesia melalui pipa ke Singapura pada 2024 turun 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut didorong berbagai penyesuaian alokasi pasokan di dalam negeri.

Indonesia dijadwalkan memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) mulai 24 Oktober 2026. Pengurangan itu mencakup 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra, termasuk pasokan dari Lapangan Gas Jambi Merang. Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Jika pemangkasan 31 BBTUD berlangsung selama setahun penuh, pengurangan volumenya setara sekitar 11,3 Bcf per tahun. Angka itu sekitar 7,8 persen dari volume ekspor gas Indonesia ke Singapura pada 2024. Perbandingan tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan data historis, bukan persentase pasti terhadap pasokan Singapura saat ini.

Gas alam juga menjadi penopang utama sistem kelistrikan Singapura. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan sekitar 95 persen listrik negara itu dihasilkan menggunakan gas alam impor. Pasokannya berasal dari jaringan pipa Indonesia dan Malaysia serta impor gas alam cair (LNG) dari pasar internasional. Pemerintah Singapura berupaya menjaga kestabilan pasokan tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.