bytedaily - Melansir laporan dari medcom.id, Indonesia telah meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem semikonduktor nasional. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta institusi lainnya termasuk Telkom University, Politeknik Negeri Batam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Brawijaya (UB).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa peluncuran sandbox ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi fondasi untuk produksi massal produk seperti e-paspor, e-KTP, dan e-SIM secara mandiri oleh Indonesia. Untuk mendukung kedaulatan teknologi ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktsaintek) telah memberikan pelatihan kepada sekitar 1.500 lulusan perguruan tinggi agar siap bersaing di kancah desain chip internasional.
Menurut Mendiktisaintek, semikonduktor memegang peranan krusial sebagai penentu daya saing ekonomi, pertahanan, dan kedaulatan teknologi suatu bangsa. Ia menekankan optimisme terhadap kemampuan talenta muda Indonesia, yang diyakini mampu bersaing dengan insinyur kelas dunia apabila diberikan akses teknologi dan peluang yang memadai. Kualitas sumber daya manusia Indonesia terbukti mampu, asalkan ekosistem dan fasilitas yang mendukung tersedia.
Purwarupa chip paspor elektronik yang merupakan hasil kolaborasi ITB dan Peruri, telah tiba di Indonesia pada pertengahan Juli lalu dan saat ini sedang dalam tahap pengujian keandalan akhir. Fasilitas sandbox ini dirancang sebagai pusat kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah, dilengkapi dengan infrastruktur digital modern untuk mendukung seluruh proses perancangan, simulasi, hingga validasi desain chip nasional.