bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Indonesia Target 9 Emas untuk Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026

Redaksi 15 September 2026 13 views
Indonesia Target 9 Emas untuk Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kontingen Indonesia menargetkan finis di posisi sepuluh besar klasemen Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya pada 18-24 Oktober.

Tim Merah Putih berencana mengirim 101 atlet yang mewakili 12 cabang olahraga. Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyatakan bahwa target emas yang realistis berada pada kisaran delapan hingga sembilan, dengan harapan pencapaian peringkat sepuluh besar.

Target masuk 10 besar dianggap masuk akal mengingat Indonesia menempati peringkat kelima pada dua edisi terakhir secara berurutan. Namun, pencapaian tersebut dipengaruhi oleh dihapuskannya cabang olahraga catur para, yang sebelumnya menyumbang sepuluh emas pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, di mana total emas Indonesia mencapai 29.

Rima menambahkan harapan agar cabang olahraga lain, seperti boccia, panahan, dan atletik, dapat menutup kekosongan emas yang hilang akibat penghapusan catur. Ia menyatakan, "Kami berharap ada kejutan dari cabang yang terus menunjukkan peningkatan prestasi selama try out, seperti boccia dan panahan, serta atletik yang telah menunjukkan performa signifikan."

Menurut Rima, sekitar 100 hingga 105 atlet telah lolos kualifikasi, dan dalam beberapa minggu ke depan akan dipastikan dua hingga tiga cabang tambahan yang akan berangkat ke Nagoya.

Di sisi lain, atlet atletik Kholidin, yang pernah berkompetisi di Paralimpiade 2024 di Paris, menyatakan keyakinannya dapat mengharumkan nama Indonesia di Asian Para Games 2026. Ia menilai pengalaman try out di India, yang dirancang menyerupai Paralimpiade, menjadi modal penting untuk kompetisi selanjutnya di Jepang, serta mengharapkan meraih medali emas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.