bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Google Perluas SynthID untuk Memeriksa Konten Buatan AI

Redaksi 12 Oktober 2026 16 views
Google Perluas SynthID untuk Memeriksa Konten Buatan AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google memperluas situs SynthID agar dapat digunakan secara global dalam bahasa Inggris untuk memeriksa gambar, video, dan audio yang dibuat dengan AI. Situs ini pertama kali diperkenalkan pada 2023 untuk membantu mengenali media buatan AI melalui watermark yang tidak terlihat.

Wakil Presiden Science and Strategic Initiative Google DeepMind, Pushmeet Kohli, menyebut SynthID telah memberikan watermark pada lebih dari 180 miliar gambar dan video serta konten audio dengan total durasi 240.000 tahun.

Situs tersebut dapat memeriksa media buatan AI dari Google, OpenAI, Nvidia, dan Kakao. Dukungan untuk mendeteksi jenis berkas yang dihasilkan Apple disebut akan ditambahkan kemudian. Google menyatakan konteks yang jelas tentang konten daring dapat membantu pengguna mengambil keputusan mengenai informasi yang mereka percaya.

Untuk gambar, SynthID mendukung format JPG, JPEG, PNG, BMP, WEBP, AVIF, HEIC, HEIF, TIFF, TIF, dan GIF. Format video yang didukung adalah MP4, MOV, dan WEBM, sedangkan format audio meliputi WAV, MP3, OGG, FLAC, ACC, dan M4A.

Jika media terdeteksi tidak dibuat dengan AI dari mitra SynthID, situs akan menampilkan pemberitahuan tersebut. Situs juga mencatat bahwa media itu mungkin dibuat oleh organisasi yang bukan mitra atau berasal dari masa sebelum mitra mengadopsi SynthID. Jika terdeteksi dibuat atau diedit menggunakan AI, pemberitahuan akan menyertakan nama platform, seperti Google AI atau ChatGPT.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.