bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 00:16 WIB

Inflasi Mei 2026 Dipicu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi dan Tiket Pesawat

Redaksi 16 Juni 2026 12 views
Inflasi Mei 2026 Dipicu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi dan Tiket Pesawat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax, tarif angkutan udara, serta minyak goreng menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode tersebut.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa inflasi pada Mei 2026 relatif lebih rendah dibandingkan periode Hari Raya Idulfitri. Secara historis, tekanan inflasi saat momentum Hari Raya Iduladha memang cenderung lebih rendah daripada saat Lebaran.

Winny, sapaan akrab Amalia, menjelaskan bahwa inflasi Mei 2026 tidak hanya berasal dari kelompok pangan, tetapi juga dari komponen inti dan komponen harga yang diatur pemerintah. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil 0,14 persen, sementara komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,52 persen dengan andil 0,10 persen.

Beberapa komoditas yang berkontribusi pada inflasi komponen inti meliputi minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, serta biaya pemeliharaan dan servis kendaraan. Kenaikan harga pelumas, menurut Winny, terkait dengan penyesuaian harga BBM sebelumnya.

Untuk komponen harga yang diatur pemerintah, inflasi didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin non-subsidi, tarif angkutan udara, dan rokok kretek mesin. Komponen ini mencatat inflasi 0,52 persen, lebih tinggi dibandingkan komponen inti maupun harga bergejolak.

Sementara itu, komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil 0,04 persen terhadap inflasi nasional. Kelompok ini dipicu oleh kenaikan harga cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau. Namun, Winny menegaskan bahwa kontribusi kelompok pangan terhadap inflasi Mei 2026 tidak sebesar komponen inti maupun harga yang diatur pemerintah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.