bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Inggris Peringatkan Krisis Iklim Bisa Mengancam Keamanan Nasional

Redaksi 24 September 2026 6 views
Inggris Peringatkan Krisis Iklim Bisa Mengancam Keamanan Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Inggris memperingatkan bahwa krisis iklim dan fenomena El Niño berpotensi mengancam keamanan serta pertahanan negara-negara di dunia. Dampaknya dapat mencakup konflik, migrasi, dan kekurangan pangan.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyebut El Niño tahun ini diperkirakan menjadi yang paling intens sepanjang sejarah karena diperkuat oleh kerusakan iklim. Kondisi itu berpotensi menimbulkan dampak yang belum pernah terjadi pada sistem pangan global.

Dalam pertemuan tertutup di sela Sidang Umum PBB di New York pada Rabu (23/9), Miliband mengatakan dampak iklim yang terus menumpuk dapat mengancam ketersediaan pangan dan air, memaksa masyarakat berpindah, serta merusak perekonomian. Ia menilai gelombang panas, buruknya hasil panen, dan kenaikan harga pangan tahun ini menggambarkan tantangan yang akan dihadapi pemerintah.

Miliband menegaskan krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati bukan hanya urusan menteri yang menangani iklim dan lingkungan. Menurut dia, persoalan tersebut juga berkaitan dengan masyarakat, perekonomian, kebijakan luar negeri, serta keamanan nasional.

Dalam pertemuan itu, ia memaparkan penelitian mengenai potensi dampak keruntuhan ekosistem global, termasuk hutan hujan Amazon dan Kongo, terhadap keamanan nasional berbagai negara. Inggris juga akan menunjuk perwakilan khusus untuk keamanan iklim yang bertugas menangani risiko perubahan iklim dan kerusakan alam. Tim tersebut akan melibatkan ahli militer dan pakar iklim.

Inggris berencana menyumbangkan 330 juta poundsterling kepada Global Environment Facility untuk mendukung perlindungan alam. Dana tersebut akan digunakan untuk menjaga hutan, lautan, dan ekosistem penting lainnya di negara-negara berkembang.

Miliband mengatakan negara yang siap menghadapi masa depan adalah negara yang memasukkan pertimbangan iklim dan alam ke dalam keamanan ekonomi serta nasional. Ia juga menyerukan negara-negara untuk mengantisipasi risiko, berinvestasi dalam ketahanan sebelum krisis terjadi, dan memanfaatkan peluang dari peralihan ke energi bersih.

Pertemuan para menteri luar negeri itu berlangsung setelah Miliband menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB pada Senin (21/9) mengenai hubungan antara iklim dan keamanan nasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.