bytedaily - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa investasi kolektif dari masyarakat telah mencapai angka fantastis Rp54 triliun untuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh penjuru Indonesia. Angka ini menunjukkan partisipasi signifikan dari sektor swasta dan publik dalam mempercepat penyediaan layanan gizi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa dana sebesar Rp54 triliun tersebut telah mengalir ke pembangunan SPPG. Hingga kini, tercatat sekitar 27 ribu unit SPPG telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke, yang seluruhnya didanai melalui investasi masyarakat dan mitra. Model pembiayaan ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan mengandalkan sepenuhnya anggaran pemerintah. Sebagai perbandingan, anggaran BGN tahun 2025 sebesar Rp6 triliun hanya mampu membangun 315 unit SPPG, yang menunjukkan keunggulan percepatan melalui kolaborasi non-pemerintah.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa setiap unit SPPG yang dibangun mampu menyerap 15-20 tenaga kerja lokal dan turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pembelian material. Setelah beroperasi, SPPG mengelola anggaran bulanan sekitar Rp1 miliar, di mana 70% dialokasikan untuk pembelian bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM, serta 20% untuk operasional termasuk gaji relawan lokal, dan 10% untuk pengembalian investasi. Program MBG ini telah melibatkan 1,1 juta relawan dan memberikan manfaat gizi bagi 62 juta penerima, membuktikan diri sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas yang kuat.