bytedaily
Rabu, 24 Juni 2026 - 07:36 WIB

Iran Tuding AS Halangi Staf Timnas Sepak Bola Jelang Piala Dunia 2026

Redaksi 07 Juni 2026 14 views
Iran Tuding AS Halangi Staf Timnas Sepak Bola Jelang Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: politico.com)

bytedaily - Melansir laporan dari politico.com, Iran melayangkan tudingan kepada pejabat Amerika Serikat terkait penolakan visa bagi sejumlah staf kunci tim nasional sepak bola negara itu menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Utara.

Situasi ini menjadi perselisihan diplomatik terbaru antara Washington dan Teheran, hanya beberapa hari sebelum turnamen akbar tersebut dimulai. Kedutaan Besar Iran di Turki menuduh Amerika Serikat melakukan 'campur tangan politik yang paling buruk dan bias dalam olahraga'. Pernyataan ini merupakan respons terhadap unggahan Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, yang menyatakan kebanggaannya atas proses penerbitan visa bagi skuad Iran.

Pihak kedutaan Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bisa menutupi pelanggaran terhadap regulasi FIFA dan kewajiban sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri. Mereka mempertanyakan mengapa AS tidak mengakui bahwa visa telah ditolak untuk sebagian besar staf manajerial, eksekutif, penasihat teknis, dan personel lain yang merupakan bagian integral dari tim nasional sepak bola.

Menanggapi hal tersebut, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa visa yang diperlukan bagi Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia, termasuk untuk para atlet dan staf pendukung yang esensial, telah diterbitkan. Namun, AS juga menegaskan tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem tersebut untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih palsu.

Partisipasi Iran dalam Piala Dunia sendiri sempat menjadi tanda tanya. Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat menyatakan ketidaksetujuannya atas kehadiran Iran dalam turnamen tersebut, meskipun menyambut baik kemeriahan acara. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino secara konsisten berpendapat bahwa Teheran seharusnya tetap menjadi peserta.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media politico.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.