bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Jadwal Rilis PlayStation 6 Diduga Tertunda ke 2028 Akibat Kelangkaan Chip Memori

Redaksi 13 Juli 2026 22 views
Jadwal Rilis PlayStation 6 Diduga Tertunda ke 2028 Akibat Kelangkaan Chip Memori
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, jadwal peluncuran konsol generasi terbaru Sony, PlayStation 6 (PS6), diperkirakan mengalami penundaan dari target awal 2027 menjadi 2028 atau bahkan lebih lambat. Penundaan ini berpotensi mematahkan siklus tujuh tahunan yang selama ini diterapkan Sony untuk perilisan konsolnya.

Penyebab utama dugaan penundaan ini adalah kelangkaan global pada memori berkecepatan tinggi atau high-bandwidth memory. Komponen krusial untuk konsol generasi mendatang ini mengalami kelangkaan akibat tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data, yang turut bersaing dengan industri konsol game dalam memperebutkan pasokan.

Menurut laporan Geeky Gadgets, kelangkaan chip memori tersebut dapat meningkatkan biaya produksi PS6 dan memaksa Sony untuk melakukan penyesuaian spesifikasi perangkat keras, termasuk kemungkinan pengurangan kapasitas RAM. Laporan tersebut juga menyoroti persaingan dari perangkat gaming kelas atas seperti Steam Machine dan Project Helix dari Microsoft.

Sebagai antisipasi, Sony dikabarkan akan menerapkan strategi harga yang lebih terjangkau untuk PS6, dengan perkiraan banderol sekitar US$750. Selain itu, Sony juga disebut berencana merilis dua opsi produk tambahan: perangkat handheld bernama Project Canas dan varian PS6 yang lebih terjangkau dengan kisaran harga US$350 hingga US$500.

Lebih lanjut, laporan tersebut mengindikasikan bahwa Sony berencana menghentikan dukungan disk fisik mulai 2028 untuk beralih sepenuhnya ke ekosistem digital. Strategi bisnis jangka panjang Sony kemungkinan akan berfokus pada margin tipis atau bahkan kerugian pada penjualan konsol, dengan keuntungan ditutup melalui penjualan game, layanan langganan, dan konten digital.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.