bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, CEO Nvidia Jensen Huang tampak menggunakan smartphone lipat Samsung Galaxy Z Fold 8 pada acara All‑In Summit yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat.
Dalam kesempatan itu, Huang mengenakan jaket kulit hitam dan sempat mengeluarkan ponselnya di atas panggung untuk menjawab panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin membahas kecerdasan buatan (AI) serta potensi risikonya.
Menurut Phone Arena, kontak Trump tersimpan di dalam ponsel Huang dengan nama "President Trump" dan layar penutup Galaxy Z Fold 8 menampilkan nama tersebut dalam satu baris ketika panggilan masuk.
Penampilan Huang dengan perangkat Samsung ini menunjukkan kesetiaannya pada produk lipat asal Korea Selatan. Beberapa bulan sebelumnya, ia bersama Elon Musk memperlihatkan Galaxy Z Fold 7, karena pada saat itu seri Z Fold 8 belum diluncurkan.
Dalam percakapan tersebut, Trump menyatakan bahwa kekhawatiran berlebihan terkait AI adalah hoaks dan menekankan nilai strategis pusat data bagi ekonomi AS, menyebutnya akan menjadi komoditas penting seperti minyak dalam dua dekade mendatang. Ia menambahkan bahwa industri tersebut memberikan keuntungan sekitar US$20 triliun per tahun bagi negara.
Huang menanggapi pernyataan Trump dengan menyetujui bahwa perlambatan pengembangan AI tidak diperlukan, dan menegaskan bahwa teknologi ini akan memberikan manfaat luas bagi seluruh industri, perusahaan, negara bagian, dan warga Amerika.