bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:03 WIB

Jerman Targetkan Penghentian Bahan Bakar Fosil pada 2045

Redaksi 25 September 2026 14 views
Jerman Targetkan Penghentian Bahan Bakar Fosil pada 2045
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Jerman menargetkan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap pada 2045. Target tersebut tercantum dalam peta jalan yang diterbitkan pada Rabu (23/9), yang menyatakan komitmen untuk meninggalkan bahan bakar fosil, bukan sekadar menyeimbangkan emisi karbon.

Peta jalan itu menetapkan kenaikan porsi energi terbarukan dari 55 persen menjadi 80 persen pada 2030. Pemerintah juga menargetkan penambahan 12 GW tenaga angin darat serta kapasitas energi surya sebesar 215 GW pada tahun yang sama.

Jerman tetap berencana mengurangi penggunaan batu bara secara bertahap dalam 10 tahun ke depan dan menghentikannya sepenuhnya pada 2038. Pemerintah juga membuka peluang untuk mempercepat penghentian tersebut hingga 2035.

Rencana itu mencakup pengurangan emisi metana sebesar 30 persen pada 2030. Metana disebut memiliki daya pemanasan 80 kali lebih besar daripada karbon dioksida. Mengutip The Guardian, kebijakan ini sejalan dengan komitmen global terkait metana yang ditandatangani pada 2021 dan mendapat sambutan dari aktivis lingkungan.

Andreas Sieber, kepala strategi politik global 350.org, menilai peta jalan tersebut sebagai perubahan penting karena menetapkan penghapusan bahan bakar fosil sebagai tujuan kebijakan. Namun, ia mengingatkan bahwa Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Jerman masih mendorong peningkatan penggunaan gas.

Sieber mengatakan ketergantungan pada bahan bakar fosil menimbulkan risiko bagi masyarakat. Menurutnya, rumah tangga dan pelaku usaha di Jerman maupun negara lain dapat terdampak lonjakan harga, ketidakstabilan pasar, dan ketidakpastian geopolitik.

Mantan utusan iklim Jerman Jennifer Morgan mengatakan pemerintah perlu meningkatkan upaya elektrifikasi di sektor transportasi dan pemanas. Ia menilai peralihan yang lebih cepat dari batu bara, minyak, dan gas menuju energi terbarukan dapat memperkuat kemandirian energi serta melindungi konsumen dari lonjakan harga. Morgan menambahkan, peta jalan tersebut baru menjadi langkah awal dan perlu disertai strategi elektrifikasi ramah lingkungan yang lebih cepat serta terencana.

Jerman menjadi negara maju ketiga yang menerbitkan peta jalan serupa, setelah Prancis dan Belanda. Langkah itu menyusul konferensi internasional di Kolombia pada April, ketika para peserta berjanji menyusun rencana menyeluruh untuk menghapus penggunaan bahan bakar fosil.

Pengumuman tersebut muncul di tengah perdebatan sejumlah negara tentang upaya penanganan krisis iklim dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York. Sebelumnya, rencana Jerman untuk mendorong penggunaan pompa panas sebagai pengganti pemanas gas mendapat penolakan keras dari sayap kanan ekstrem. Perdebatan itu terjadi setelah undang-undang pemanas disahkan pada 2023, yang merencanakan pelarangan sebagian besar pemasangan pemanas berbahan bakar minyak dan gas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.