bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Kagan dan Soai Raih Nobel Kimia 2026 atas Riset Molekul Kiral

Redaksi 07 Oktober 2026 10 views
Kagan dan Soai Raih Nobel Kimia 2026 atas Riset Molekul Kiral
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Henri Kagan dan Kenso Soai memperoleh Nobel Kimia 2026 atas riset mengenai molekul yang memiliki dua bentuk seperti bayangan cermin, sebagaimana tangan kiri dan kanan.

Dalam konferensi pers Nobel pada Rabu (7/10), Soai menyebut penghargaan tersebut sebagai momen paling membahagiakan dalam hidupnya. Ia mengatakan sedang berbelanja ketika menerima kabar dan merasa senang dapat berbagi penghargaan dengan Kagan.

Badan pemberi penghargaan menyatakan keduanya dianugerahi Nobel atas penemuan efek nonlinier dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris. Ketua Komite Nobel Kimia Heiner Linke mengatakan penghargaan tahun ini menyoroti konsep dasar kimia, termasuk molekul yang dapat hadir dalam dua bentuk yang tampak serupa tetapi tidak sepenuhnya sama.

Linke menjelaskan, kedua bentuk molekul itu ibarat tangan kiri dan kanan: saling mencerminkan, tetapi tidak dapat ditumpangtindihkan hingga semua bagiannya cocok. Sifat tersebut disebut kiral, istilah yang berasal dari kata Yunani yang berarti tangan.

Nobel Kimia menjadi penghargaan ketiga yang diumumkan dalam rangkaian Nobel pekan itu, setelah Nobel Kedokteran pada Senin dan Nobel Fisika pada Selasa. Sepanjang sejarah, penghargaan Kimia juga diberikan untuk penemuan berpengaruh, termasuk fisi nuklir dan teknik pengurutan genetik.

Tahun sebelumnya, Nobel Kimia diberikan kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi atas pengembangan kerangka logam-organik. Struktur molekuler tersebut dinilai dapat membantu menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan keterbatasan air tawar.

Penghargaan Nobel didirikan berdasarkan wasiat Alfred Nobel, ahli kimia dan pengusaha asal Swedia. Penghargaan untuk bidang sains, sastra, dan perdamaian mulai diberikan pada 1901. Nobel memperoleh kekayaan pada abad ke-19 dari berbagai penemuan, terutama yang berkaitan dengan peperangan; dinamit merupakan penemuannya yang paling dikenal. Penghargaan ekonomi ditambahkan kemudian dengan pendanaan dari bank sentral Swedia.

Para penerima Nobel dijadwalkan menerima medali dari Raja Swedia Carl XVI Gustaf dalam upacara di Stockholm pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan wafatnya Alfred Nobel. Acara itu akan dilanjutkan dengan jamuan di Balai Kota Stockholm. Kagan dan Soai juga akan berbagi hadiah sebesar 12 juta krona Swedia atau sekitar US$1,2 juta.

Nobel Perdamaian diserahkan secara terpisah di Oslo, Norwegia, dan menjadi satu-satunya penghargaan Nobel yang tidak diberikan di Swedia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.