bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan tahap pertama pengembangan KRL Green Line untuk lintas Tanah Abang-Rangkasbitung selesai pada tahun 2027. Fokus utama pada tahap awal ini adalah penambahan lima gardu listrik yang bertujuan untuk memungkinkan pengoperasian rangkaian KRL dengan 12 gerbong (SF12) di jalur tersebut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proyek Green Line saat ini sedang dalam tahap finalisasi detail engineering design (DED). Setelah tahap pertama rampung, pengembangan akan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas gardu listrik yang sudah ada serta perbaikan sistem persinyalan. Peningkatan ini diharapkan dapat memperpendek jarak waktu antarperjalanan KRL atau headway.
Bobby Rasyidin menyatakan bahwa tahap pertama akan dimulai dengan penambahan lima gardu listrik untuk menaikkan pasokan listrik, yang kemudian memungkinkan masuknya rangkaian SF12. Selanjutnya, gardu-gardu lama akan ditingkatkan kapasitasnya, dan sistem persinyalan akan diperbarui untuk menambah frekuensi perjalanan KRL.
Selain pengembangan infrastruktur, KAI juga berencana menambah dan memodernisasi rangkaian KRL. Targetnya adalah seluruh rangkaian yang beroperasi nantinya menggunakan konfigurasi 12 gerbong. Saat ini, KAI telah memiliki 19 rangkaian SF12 dan akan menerima sembilan unit lagi dari PT Industri Kereta Api (INKA) hingga akhir tahun. Lebih dari 86 rangkaian KRL yang saat ini memiliki delapan hingga 10 gerbong juga akan dimodernisasi menjadi SF12.
Pengembangan ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan jumlah pengguna KRL di lintas Rangkasbitung. Data KAI menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang, dari 43,3 juta orang pada tahun 2022 menjadi 77,5 juta orang pada tahun 2025. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 20,2 juta penumpang.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah meminta KAI untuk mempercepat penambahan rangkaian KRL Green Line guna mengantisipasi pertumbuhan penumpang. Peningkatan kapasitas ini juga bertujuan untuk memperpendek headway KRL yang saat ini berkisar 10 menit.