bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 19:55 WIB

Kekayaan Elon Musk Turun di Bawah US$1 Triliun Akibat Valuasi SpaceX dan Saham Tesla

Redaksi 26 Juni 2026 10 views
Kekayaan Elon Musk Turun di Bawah US$1 Triliun Akibat Valuasi SpaceX dan Saham Tesla
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Elon Musk tidak lagi menyandang status sebagai triliuner dunia setelah total kekayaannya merosot kembali di bawah US$1 triliun. Status yang baru diraihnya sekitar 12 hari tersebut menghilang menyusul penurunan valuasi SpaceX dan adanya penyesuaian perhitungan atas kepemilikan saham Tesla miliknya.

Perhitungan terbaru dari Forbes menunjukkan bahwa kekayaan Musk kini diperkirakan mencapai sekitar US$962 miliar, atau setara dengan Rp17.244,66 triliun dengan kurs Rp17.925 per dolar AS. Angka ini menurun dari posisi US$1 triliun yang sempat dicapainya pada pertengahan Juni.

Sebelumnya, Musk mencetak sejarah sebagai individu pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun setelah SpaceX melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 12 Juni 2026, dengan estimasi kekayaan mencapai US$1,1 triliun atau Rp19.718,71 triliun.

Hanya empat hari berselang, pada 16 Juni, lonjakan harga saham SpaceX hingga 40 persen sempat mengangkat kekayaan Musk ke rekor tertinggi sekitar US$1,45 triliun. Namun, tren positif ini tidak berlangsung lama. Hingga Selasa (23/6), harga saham SpaceX dilaporkan anjlok sekitar 31 persen dari puncaknya, yang berdampak signifikan pada penurunan nilai kekayaan Musk.

Selain pelemahan saham SpaceX, Forbes juga menghapus sekitar US$116 miliar dari perhitungan kekayaan Musk yang berasal dari saham Tesla. Penghapusan ini dilakukan karena saham Tesla tersebut kini dikategorikan sebagai saham dengan pembatasan tertentu (restricted stock).

Perubahan status saham Tesla ini terjadi setelah Musk menggunakan seluruh opsi saham yang ia terima dari paket kompensasi CEO Tesla pada tahun 2018. Paket kompensasi tersebut sempat dibatalkan oleh pengadilan Delaware pada 2024, namun kemudian dipulihkan oleh Mahkamah Agung Delaware pada 2025. Selanjutnya, Tesla dan Musk menyepakati perjanjian baru pada April 2026 yang mengubah opsi saham tersebut menjadi saham terbatas. Berdasarkan perjanjian ini, Musk baru dapat memiliki penuh saham tersebut jika ia tetap menjabat sebagai CEO Tesla atau posisi eksekutif terkait pengembangan produk dan operasional perusahaan hingga Januari 2028.

Meskipun demikian, Forbes memandang Musk masih memiliki peluang untuk kembali meraih status triliuner. Kontributor terbesar kekayaannya masih berasal dari kepemilikan sekitar 38 persen saham SpaceX, yang saat ini bernilai sekitar US$796 miliar atau Rp14.267,10 triliun. Jika valuasi SpaceX kembali menguat, kekayaan Musk berpotensi menembus angka US$1 triliun.

Di luar pergerakan nilai tersebut, Elon Musk tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Nilai kekayaannya masih tiga kali lipat lebih besar dibandingkan orang terkaya kedua, Larry Page, salah satu pendiri Google, yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$284 miliar.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.